Deg
deg deg…masih teringat jelas di pikiran saya ketika duduk berdampingan dengan
para Kepala Sekolah Senior dalam kegiatan Musyawarah Kerja ( K3S )
Kelompok
Kerja Kepala Sekolah Se – Jakarta Barat.
Sekarang
acara pembukaan MUKER oleh bapak KASIDIKDAS serta ramah tamah yang dihadiri ibu
KASUDIN, sebuah map yg berisikan pena serta buku tulis kecil, sudah siap
menemani saya dalam kegiatan ini. Memang terasa dan merasa lebih antusias dan
paling muda di antara teman-teman yang lain. ingin merasakan membawakan
karakter orang lain, akan tetapi menjadi diri saya yang sesungguhnya adalah hal
yang paling nyaman, susah memang untuk langsung membaur, setelah memperoleh
saran-saran dari teman-teman ketika acara BINTANGKU (Bincang TentangKu), harus
ada yang saya rubah, beberapa kata penyemangat yang sempat saya torehkan di
kertas.
“
GURU BERMARTABAT HARUS TANGGUH DAN BERPOTENSI “.
“
KERJALAH YANG ENAK, TAPI TIDAK SEENAKNYA “
“
SUKSES HARUS DISIPLIN “
Bagi
saya bergabung dengan para Kepala Sekolah Senior adalah sebuah anugrah yang
sangat luar biasa, pak Bambang Sudjarwo selaku KASIDIKDAS pernah menuturkan
bahwa, jika didalam sebuah piala itu ada 3 buah medali, maka setelah kamu masuk
dan aktif dalam K3S, kamu sudah memperoleh medali apa, emas,perak atau
perunggu?? Dan setelah di cerna dan di fahami perkataan pak Bambang tersebut
saya merasa sudah memperoleh medali perunggu, karena secara tidak langsung ada
visi pribadi yang sudah terealisasi, artinya tugasku sekarang adalah untuk
memperebutkan medali emas dan perak. Selama masa kedepan diharapkan wadah
pembelajaran ini dapat menjadi rehabilitasi tarbiyah yang sangat mujarab
sekaligus membina menjadi pemimpin, guru, dan trainer yang bisa menginspirasi
semua orang. Ganbatte!!!
Ada
satu hal yang menarik ketika saya mengikuti agenda ini yang memang bertujuan
untuk memajukan suatu lembaga pendidikan, hal-hal untuk menjadikan guru model (
Kreatif , Inspiratif, Berwawasan Luas, IT , serta Berkarakter ), sangat berbeda
dengan kuliyah di perguruan tinggi yang hanya kejar target sks. Dalam waktu 4.5
bulan setiap peserta di harapkan sudah mampu menguasai materi-materi yang
seharusnya di pelajari selama 4 tahun. Padat iya, tapi belajar singkat disini
sangat mengasikkan, saya belum menemukan tempat belajar yang paling baik, unik,
seru bersama orang – orang hebat pengabdian bangsa.
Guru
di tuntut untuk menguasai dan menginternalisasikan nilai-nilai PEACE (Passion,
intEgrity, Affection, Care dan synErgy) dalam moment ini memang terlihat
sekedar teoritis, akan tetapi bagi saya implimentasi ke depan pasti lebih
bermanfaat dan sesuai dengan tujuan saya berada di sini. Output yang di
inginkan dari setiap kegiatan atau wadah pembelajaran yang dihadirkan,
menghendaki karakter pesertanya selalu bersemangat, jujur, sikap, peduli dan
harmonis di setiap penampilannya baik selama di forum, penempatan dan dikehidupan
bermasyarakat .
Ada
satu pertanyaan yang terlintas di pikiran saya, seberapa penting kah kita harus
menjadi seorang guru inspirasi?. Teringat perkataan ibu KASUDIN, bahwa sungguh
banyak alasan mengapa kita harus menghujat Indonesia, akan tetapi cukup satu
alasan kita harus memperbaiki Indonesia, yaitu menjadi seorang guru inspirasi.
Kesalahan-kesalahan yang dilakukan pendahulu kita hendaknya jangan di teruskan
oleh generasi penerus, dan salah satu cara atau jalan untuk memperbaiki itu
ialah dengan cara menyekolahkan anak-anak kita di “Sekolahnya Manusia” dan
“gurunya manusia”, serta “Orang Tuanya Manusia” seperti apa yang di tulis dalam
bukunya pak Munif Chatib selaku praktisi pendidikan.
Duduk
santai di depan kamar hotel, saya merasa bangga bisa sharing dengan para
pengabdi bangsa , ada 5 (lima) bingkisan dari obrolan santai itu. Kelima
bingkisan itu adalah:
- Bahwa setiap anak itu di lahirkan sebagai BINTANG
- Kemampuan anak itu seluas SAMUDRA
- Setiap anak itu adalah HARTA KARUN
- Memahami atau MENYELAMI kemampuan anak
- Bahwa setiap anak memiliki BAKAT
Jadi
kelima bingkisan ini harus di miliki seorang guru model, sehingga guru bukan
mesin pembunuh potensi anak-anak, karena setiap anak yang terlahir kedunia
memiliki potensi dan bakat masing masing. Allah SWT tidak pernah menciptakan
produk-produk gagal, manusia Allah ciptakan sebaik baik kejadian, dan hanya
manusia itu sendiri yang menjadikan dirinya lemah disisi makhluk Allah yang
lainnya.
Mudah-mudahan
dengan sedikit pengetahuan ini, maka diharapkan para guru bisa menjadi gurunya
manusia di sekolah manusia, sehingga orang tuanya manusia bangga memiliki anak
yang memanusiakan manusia. Wallaualam
Om_Ton


Tidak ada komentar:
Posting Komentar