Kamis, 03 Oktober 2013

PARA GURU HEBAT YANG MENGINSPIRASI




Deg deg deg…masih teringat jelas di pikiran saya ketika duduk berdampingan dengan para Kepala Sekolah Senior dalam kegiatan Musyawarah Kerja ( K3S ) 
Kelompok Kerja Kepala Sekolah Se – Jakarta Barat.
Sekarang acara pembukaan MUKER oleh bapak KASIDIKDAS serta ramah tamah yang dihadiri ibu KASUDIN, sebuah map yg berisikan pena serta buku tulis kecil, sudah siap menemani saya dalam kegiatan ini. Memang terasa dan merasa lebih antusias dan paling  muda di antara teman-teman yang lain. ingin merasakan membawakan karakter orang lain, akan tetapi menjadi diri saya yang sesungguhnya adalah hal yang paling nyaman, susah memang untuk langsung membaur, setelah memperoleh saran-saran dari teman-teman ketika acara BINTANGKU (Bincang TentangKu), harus ada yang saya rubah, beberapa kata penyemangat yang sempat saya torehkan di kertas.

“ GURU BERMARTABAT HARUS TANGGUH DAN BERPOTENSI “.

“ KERJALAH YANG ENAK, TAPI TIDAK SEENAKNYA “

 “ SUKSES HARUS DISIPLIN “

Bagi saya bergabung dengan para Kepala Sekolah Senior adalah sebuah anugrah yang sangat luar biasa, pak Bambang Sudjarwo selaku KASIDIKDAS pernah menuturkan bahwa, jika didalam sebuah piala itu ada 3 buah medali, maka setelah kamu masuk dan aktif dalam K3S, kamu sudah memperoleh medali apa, emas,perak atau perunggu?? Dan setelah di cerna dan di fahami perkataan pak Bambang tersebut saya merasa sudah memperoleh medali perunggu, karena secara tidak langsung ada visi pribadi yang sudah terealisasi, artinya tugasku sekarang adalah untuk memperebutkan medali emas dan perak. Selama masa kedepan diharapkan wadah pembelajaran ini dapat menjadi rehabilitasi tarbiyah yang sangat mujarab sekaligus membina menjadi pemimpin, guru, dan trainer yang bisa menginspirasi semua orang. Ganbatte!!!

Ada satu hal yang menarik ketika saya mengikuti agenda ini yang memang bertujuan untuk memajukan suatu lembaga pendidikan, hal-hal untuk menjadikan guru model ( Kreatif , Inspiratif, Berwawasan Luas, IT , serta Berkarakter ), sangat berbeda dengan kuliyah di perguruan tinggi yang hanya kejar target sks. Dalam waktu 4.5 bulan setiap peserta di harapkan sudah mampu menguasai materi-materi yang seharusnya di pelajari selama 4 tahun. Padat iya, tapi belajar singkat disini sangat mengasikkan, saya belum menemukan tempat belajar yang paling baik, unik, seru bersama orang – orang hebat pengabdian bangsa.

Guru di tuntut untuk menguasai dan menginternalisasikan nilai-nilai PEACE (Passion, intEgrity, Affection, Care dan synErgy) dalam moment ini memang terlihat sekedar teoritis, akan tetapi bagi saya implimentasi ke depan pasti lebih bermanfaat dan sesuai dengan tujuan saya berada di sini. Output yang di inginkan dari setiap kegiatan atau wadah pembelajaran yang dihadirkan, menghendaki karakter pesertanya selalu bersemangat, jujur, sikap, peduli dan harmonis di setiap penampilannya baik selama di forum, penempatan dan dikehidupan bermasyarakat .
Ada satu pertanyaan yang terlintas di pikiran saya, seberapa penting kah kita harus menjadi seorang guru inspirasi?. Teringat perkataan ibu KASUDIN, bahwa sungguh banyak alasan mengapa kita harus menghujat Indonesia, akan tetapi cukup satu alasan kita harus memperbaiki Indonesia, yaitu menjadi seorang guru inspirasi. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan pendahulu kita hendaknya jangan di teruskan oleh generasi penerus, dan salah satu cara atau jalan untuk memperbaiki itu ialah dengan cara menyekolahkan anak-anak kita di “Sekolahnya Manusia” dan “gurunya manusia”, serta “Orang Tuanya Manusia” seperti apa yang di tulis dalam bukunya pak Munif Chatib selaku praktisi pendidikan.
Duduk santai di depan kamar hotel, saya merasa bangga bisa sharing dengan para pengabdi bangsa , ada 5 (lima) bingkisan dari obrolan santai itu. Kelima bingkisan itu adalah:
  1. Bahwa setiap anak itu di lahirkan sebagai BINTANG
  2. Kemampuan anak itu seluas SAMUDRA
  3. Setiap anak itu adalah HARTA KARUN
  4. Memahami atau MENYELAMI kemampuan anak
  5. Bahwa setiap anak memiliki BAKAT
Jadi kelima bingkisan ini harus di miliki seorang guru model, sehingga guru bukan mesin pembunuh potensi anak-anak, karena setiap anak yang terlahir kedunia memiliki potensi dan bakat masing masing. Allah SWT tidak pernah menciptakan produk-produk gagal, manusia Allah ciptakan sebaik baik kejadian, dan hanya manusia itu sendiri yang menjadikan dirinya lemah disisi makhluk Allah yang lainnya.

Mudah-mudahan dengan sedikit pengetahuan ini, maka diharapkan para guru bisa menjadi gurunya manusia di sekolah manusia, sehingga orang tuanya manusia bangga memiliki anak yang memanusiakan manusia. Wallaualam
 



Om_Ton

Tidak ada komentar:

Posting Komentar