Sabtu, 16 Agustus 2014

NASIONALISME, DISIPLIN, & BERTANGGUNG JAWAB adalah Karakter yang diambil dari kegiatan " Upacara Pengibaran Bendera "



Di setiap sekolah dari mulai tingkat SD, SMP dan SMU sudah hampir pasti setiap hari senin selalu dilaksanakan kegiatan upacara bendera. Untuk sekolah yang memiliki lapangan luas sudah pasti tiap hari senin melaksanakan upacara bendera, tapi untuk sekolah yang tidak memiliki lahan yang luas mungkin upacara bendera bukan kegiatan yang wajib untuk dilaksanakan setiap hari senin. Upacara bendera dilaksanakan dengan maksud untuk melatih siswa agar mempunyai jiwa disiplin yang kuat dan taat akan segala peraturan.
Upacara bendera merupakan kegiatan yang diwariskan oleh bangsa Jepang ketika menjajah Indonesia. Jepang dikenal sebagai Negara yang rakyatnya mempunyai rasa nasioalisme, ketaatan dan disiplin yang sangat tinggi. Setiap pagi bangsa Jepang mengumpulkan tentaranya untuk melaksanakan apel pagi. Hal ini dilakukan agar para tentaranya selalu siap siaga dalam berbagai hal dan keadaan.
Kegiatan ini ternyata membuahkan hasil yang efektif, hal ini terbukti dengan berbagai kemenangan yang di peroleh bangsa jepang terhadap musuh-musuhnya. Berkat kedisiplinan dan kekuatan tentara jepang yang dikenal dengan tentara berani mati, mereka membuktikan bahwa negaranya adalah bangsa yang tangguh dan ditakuti oleh Negara lain. Dengan kekuatannya itulah bangsa Jepang dapat membangun negaranya dari hasil menjajah Negara lain, dengan cara membawa hasil kekayaan alam bumi Negara jajahannya, sampai akhirnya Negara Jepang hancur dan menyerah kalah kepada sekutu setelah dua kotanya yaitu Nagasaki dan Hirosima di bom atom oleh Sekutu.
Dari pengalaman bangsa Jepang ini mestilah kita belajar bahwa kedisiplinan akan melahirkan sesuatu kekuatan yang maha dahsyat, sehingga kita dapat meraih apa yang kita inginkan di masa yang akan datang. Kesadaran akan kedisiplinan inilah yang mestinya di terapkan oleh setiap pendidik di sekolah kepada anak didiknya, agar mereka terbisaa melakukan sesuatu dengan teratur dan penuh dedikasi, sehingga dari apa yang mereka kerjakan akan mendapatkan suatu hasil yang maksimal sebagai bekal untuk kehidupan sekarang dan masa yang akan datang.
 
Tetapi kejadian yang kontras justru sekarang terjadi di hampir setiap sekolah, ketika pelaksanaan upacara bendera sepertinya sikap kedisiplinan itu sudah tidak tampak. Anak-anak yang berbaris seolah-olah mereka tidak sedang melakukan sesuatu kegiatan yang seharusnya mesti memerlukan persiapan yang baik. Mereka berdiri seenaknya, upacara sambil ngobrol, atau bahkan bercanda dengan teman-temannya yang lain. Hal ini diperparah dengan sikap guru yang apatis, mereka mungkin menganganggap ini hanya kegiatan ceremonial biasa yang manfaatnya juga tidak begitu seberapa.
Kesadaran akan pentingnya kedisiplinan sepertinya sudah tidak ada pada sebagian kita, hal ini ditunjukan dengan sikap-sikap dan kelakukan yang tidak bertanggungjawab dari sebagian kita. Mungkin semestinya kita memikirkan kembali manfaat dari apa yang diwariskan bangsa Jepang pasca penjajahan terhadap Negara kita, walaupun mungkin banyak yang menyakitkannya, namun kita bisa mengambil sedikit hikmah dari apa yang mereka lakukan. Saat ini kita mungkin terlena dengan apa yang sudah kita dapatkan; kemerdekaan, kebebasan dan kesenangan yang kita peroleh membuat kita lupa bahwa dulu nenek moyang kita berjuang dengan gigih dan rela mengorbankan segala apa yang di milikinya dengan penuh semangat dan rasa disiplin yang tinggi. Inilah kekuatan yang maha dahsyat yang mengantarkan Negara kita merdeka dan menjadi seperti sekarang ini. Jadi bisa kita bayangkan masa yang akan datang, akan bagaimana Negara kita ini jika para pengelola dan seluruh penduduknya tidak memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Akankah Negara kita kembali dijajah oleh bangsa lain? mungkinkah Negara kita akan hancur kembali? Naudzubillahimindalik, tapi sinyal-sinyal itu sepertinya sudah sangat tampak dihadapan kita walaupun mungkin modelnya berbeda dengan zaman penjajahan terdahulu.
Sikap disiplin yang tertanam pada diri kita akan membuahkan generasi-generasi yang berkualitas, apalagi kalau hal ini ditanamkan sejak dini. Dengan sikap disiplin ini manusia akan memiliki kekuatan untuk menghadapi serumit apapun persoalan yang dihadapinya, hal ini dikarenakan orang yang disiplin sudah terbiasa melakukan berbagai hal dengan penuh pertimbangan, berdedikasi, semangat yang pantang menyerah dan keinginan mendapatkan sesuatu dengan hasil yang terbaik dengan cara semaksimal mungkin. Inilah yang kita dambakan dari generasi muda penerus bangsa, agar Negara kita tumbuh maju menjadi Negara maju, besar dan disegani oleh Negara lain, bukan sebaliknya walaupun Negara kita sudah merdeka, tetapi keaadaanya masih sama seperti ketika belum merdeka dalam tanda kutif.
Menanamkan rasa disiplin ini mungkin juga ada benarnya ketika para pendidik di sekolah melatihkannya kepada para anak didiknya ketika sedang pelaksanaan upacara bendera, menerapkan rasa bertanggungjawab ketika harus menjadi petugas upacara dengan berlatih sebaik mungkin agar tidak terjadi kesalahan pada pelaksanaan upacara, merupakan penanaman sikap yang positif ketika anak didik di kasih sebuah amanah. Para peserta upacara harus berbaris dan berdiri dengan sikap tegak sempurna dan ikut melaksanakan upacara dengan khidmat, menunjukan rasa disiplin dan ketaatan terhadap aturan yang sudah ditetapkan, sehingga ketika sedang bagaimanapun kondisinya mereka akan tetap melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin.
Seandainya tata upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin ini dilaksanakan dengan sangat baik, dan tidak hanya dianggap sebagai ceremonial saja, hal ini sudah merupakan pembelajaran yang menanamkan pendidikan berkarakter terhadap siswa didik, sebab karakter akan terlihat dan berkembang dengan pendidikan gerak/praktik langsung yang dilaksanakan oleh peserta didik. Melatih kedisplinan memerlukan proses latihan yang harus dimulai sejak dini, sehingga ketika nanti anak didik tumbuh dewasa, kebisaaan baik ini akan terbawa dan terpatri terus dalam hati setiap anak didik/manusia.
Pendidikan berkarakter yang baru dideklarasikan oleh menteri pendidikan merupakan reaksi dari betapa bangsa ini saat ini memerlukan manusia yang tidak hanya cerdas bidang intelektual, tetapi juga harus cerdas dalam berbagai hal. Sifat kedisplinan akan mengantarkan seseorang menjadi manusia yang paripurna, karena mereka mempunyai kesadaran dan tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, mereka tidak hanya memikirkan diri sendiri dalam melakukan suatu hal, tetapi mereka juga memikirkan akibat yang akan timbul pada orang lain atau lingkungan sekitarnya.
Keadaan bangsa sekarang ini yang penuh dengan berbagai problema mestinya menjadi pelajaran buat kita semua, betapa Negara ini sulit menyelesaikan suatu masalah dengan sangat baik, belum selesai satu masalah dating masalah yang lain, yang terkadang masalah ini tidak ada bedanya dengan masalah yang belum terselesaikan. Korupsi, kejahatan materi atau kemanusiaan, dan bencana-bencana lainnya dating silih berganti seolah mencabik-cabik Negara ini, namun permasalahan ini banyak yang penyelesaiannya tidak tuntas, karena para pemangku kepentingan yang tidak betanggungjawab, dan tidak punya sikap disiplin untuk bersama-sama menyelamatkan bangsa ini.
Menanamkan kebiasaan displin dengan kegiatan yang kecil seperti pelaksanaan upacara bendera yang sudah biasa dikerjakan setiap hari senin di setiap sekolah, kiranya perlu kita telaah lagi, dampak positif dari kegiatan kecil ini yang mengakibatkan hasil yang besar seperti yang di peroleh bangsa Jepang mungkin bias membuka kembali pikiran kita agar penanaman sikap positif dari dampak dilaksanakannya upacara bendera perlu kita kaji dan terapkan kembali dan proses pembelajaran langsung dalam rangka membentuk anak didik yang mempunyai karakter sehingga mereka memiliki bekal tidak hanya kemampuan intelektual, tapi juga kepribadian yang paripurna agar bias melanjutkan perjuangan pendahulunya mengelola dan membesarkan Negara ini dengan tidak hanya memikirkan keuntungan pribadi yang berakibat akan kehancuran Negara untuk selamanya, tetapi mereka juga memikirkan keberlangsungan kehidupan di negara ini untuk jangka waktu yang panjang sampai hancur dunia ini, agar Negara ini tetap besar, jaya dan disegani oleh Negara-negara lain. Semoga harapan ini bias terkabul.!?
sumber::

Kamis, 30 Januari 2014

" KERJA YANG ENAK, TAPI JANGAN SEENAKNYA "



Sepuluh sampai Dua belas jam kita harus bekerja dengan orang-orang yang tidak kita kenal dengan baik,selama lima hari dalam seminggu, tentunya tidak semudah yang kita kira. Ada banyak peraturan yang harus kita ikuti untuk kenyamanan semua pihak. Untuk itulah kita harus biasa menciptakan suasana yang nyaman di kantor.

Saat bekerja kita dituntut dengan banyak kewajiban, aturan, tantangan, tepat waktu dan masih banyak lagi tuntutan pekerjaaan yang harus dituntaskan. Semua itu tidak mungkin kita kerjakan sendiri, pasti akan membutuhkan bantuan rekan lain. Untuk itu, membangun hubungan baik sesama rekan kerja jelas sangat penting. Bagaimana pun, bersosialisasi dengan rekan kerja tidak hanya membuat suasana kerja terasa lebih nyaman, tetapi produktivitas pun dijamin akan meningkat apapun jenis pekerjaan itu dan dimanapun tempat kita bekerja.

Berdasarkan pengalaman banyak orang, ide cemerlang seringkali mencuat karena adanya interaksi yang bagus dengan rekan kerja. Apalagi, sekarang ini penilaian kerja seseorang tidak melulu karena kecerdasan dan keterampilan sebagai individu. Kemampuannya bekerja sama dengan tim juga menjadi pertimbangan penting.

Saat ini sudah seharusnya kita dapat menciptakan suasana nyaman di tempat kerja, jadikan tempat kerja sebagai rumah kedua bagi kita, tanpa adanya suasana yang nyaman kita tidak akan bisa bekerja secara maksimal.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat suasana kerja menjadi nyaman. Tidak setiap orang dilahirkan menjadi orang yang ramah. Tetapi sebetulnya, keterampilan untuk bersifat ramah itu bisa dipelajari. Kuncinya, kita punya hati menghargai orang lain. Menjadi sosok yang rendah hati itu tidak menjadikan kita rendah dimata orang lain, meski kita memiliki kemampuan yang menjadi asset penting di tempat kerja, tidak ada alasan sombong. Toh, kemampuan itu bukan berasal dari sendiri, melainkan talenta karunia Tuhan. Kesombongan akan menjauhkan kita dari pergaulan. Tetaplah rendah hati, jangan merasa paling pintar, paling banyak pengalaman, paling senior ,paling paling dan paling rempong.., jangan pernah malu untuk meminta nasihat dan pendapat orang lain.

Tidak semua rekan memiliki kemampuan seperti kita, hargailah kemampuan orang lain, Janghanlah mencela jika mereka tidak bekerja seperti yang kita harapkan. Sebaliknya, dukunglah rekan kerja saat mereka mengalami kesulitan. Nobody
perfect. Mungkin, mereka tidak secerdas Kita, tetapi mungkin juga mereka punya keterampilan yang tidak Kita miliki.Luangkan waktu untuk mengenal rekan kerja dan milikilah seni mendengar. Mendengar memang tidak mudah karena kebanyakan orang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. Mau mendengarkan pembicaraan akan membuat kita diterima dan ini harus benar-benar ditunjukkan misalnya menanggapi pembicaraan dengan antusias, mengajukan pertanyaan dan menunjukkan empati.

Perbedaan pendapat dengan rekan kerja pastilah selalu terjadi. Maklum, tiap individu memiliki latar belakang (budaya maupun pendidikan), karakter, dan idealisme yang berbeda. Saat menghadapi suatu permasalahan, masing-masing tentu akan menanggapi dengan cara, gaya dan ekspresi yang berlainan pula. Jika menemukan perbedaan segera selesaikan secepat mungkin, jangan biarkan itu larut menjadi sebuah perselisihan. Dan temukan solusi penyelesaiannya.Tidak susah kan menciptakan suasana kerja nyaman? Daripada selalu menyalahkan dan menuntut orang untuk berlaku sesuai keinginan Kita, lebih baik Kita yang proaktif dan selalu berpikir positif. Nanti kita akan merasakan, My office is like my home , my team is like my family ..asssekkk..amiinn

Senin, 27 Januari 2014

MURID ITU UNIK Loh... :)



Mengajar bukanlah pekerjaan yang mudah tetapi membutuhkan keahlian khusus, kesungguhan, pengetahuan dan seni. Mengajar jangan diartikan hanya sebagai proses penyampaian materi pelajaran kepada siswa, akan tetapi suatu proses mengatur lingkungan agar siswa dapat belajar ssesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Pembelajar merupakan pribadi yang unik, dimana siswa itu merupakan individu manusia yang memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Setiap individu pastinya memiliki potensi,
Intelegensi yang berbeda dengan yang lainnya. Semua itu akan membentuk kepribadian yang unik dan khas. Siswa yang satu akan berbeda dengan siswa yang lain. Kita sebagai guru akan dihadapkan dalam situasi keragaman karakteristik siswa. Oleh karena itu,, kita sebagai guru perlu memiliki kemampuan dalam merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi maupun metode dalam pembelajaran yang kita anggap cocok dengan minat, bakat serta sesuai dengan taraf perkembangan siswa. Agar siswa dapat mengembangkan potensi yang ia miliki.

Sudah 8 ( Delapan Tahun ) saya berkecimpung di dunia pendidikan. Tapi pembelajaran yang saya dapatkan tak sesingkat waktu yang saya rasakan.. Pada awal karier saya sebagai guru di Sekolah Islamic Boarding School, saya harus menghadapi siswa yang mampu secara ekonomi dan maju secara berpikir. Mereka dikelilingi dengan fasilitas pendukung yang lengkap.
Namun, situasi ini berbanding terbalik dengan siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah, kemampuan kognitif yang standar dan karakter yang berbeda. Menghadapi siswa yang begitu kompleks, saya berusaha menciptakan strategi baru dan melakukan pendekatan personal, salah satunya dengan menjadikan murid sebagai teman. Ternyata hal tersebut sangat membantu dalam menciptakan suasana belajar-mengajar  yang kondusif dan menyenangkan.
Karakter setiap murid disini sangat beragam. Keberagaman ini mengajarkan saya untuk memahami  karakter orang  lain dan untuk bersabar dalam menghadapi orang lain. Melalui mereka, saya juga belajar arti kesederhanaan dan semangat juang yang tinggi. Mereka rela bangun pagi untuk berjalan kaki dari asrama ke sekolah.
Tapi yang tak bisa dipungkiri adalah adanya beberapa siswa yang berkelakuan nakal. Namun saya berusaha untuk selalu menelusuri latar belakang dari kenakalan itu.  Sebagian besar siswa yang menjadi troublemaker di sekolah umumnya adalah anak-anak yang kurang mampu atau datang dari sebuah broken home. Akibatnya adalah mereka seringkali kurang mendapat perhatian dari orang tua mereka. Walaupun itu, saya percaya bahwa dengan sentuhan dan perhatian yang tulus, mereka dapat diubah menjadi lebih baik seperti terkikisnya batu keras bila ditetesi air setiap hari.
Sukacita terbesar yang saya temukan saat mengajar adalah ketika saya dapat berbagi hal-hal tentang kehidupan dengan anak didik saya. Ini adalah awal munculnya suatu hubungan timbal balik antara guru dan siswa. Hubungan ini sungguh menyejukkan hati karena keberadaan saya dapat dirasakan tidak saja oleh anak-anak, tapi juga rekan-rekan guru. Kebahagiaan ini apalagi terasa ketika hubungan ini ikut menghantar anak-anak menemukan jati diri mereka dihadapan  Allah. Ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi saya.

Bagi saya pribadi, seorang pendidik harus bisa mengenal setiap detil karakter siswa-siswi yang diajarnya. Pengenalan itu dapat menjadi bekal bagi seorang pendidik untuk membuat dan menyusun strategi pengajaran yang tepat bagi siswa-siswi tersebut. Setiap guru juga harus memiliki ketulusan dan kemurnian hati dalam memberi dirinya kepada setiap anak didiknya. Ia mampu memandang setiap siswa-siswi sebagai pribadi yang unik yang perlu dibimbing dan di arahkan ke pengenalan diri yang benar
Semangatlah rekan-rekan guru Indonesia, mari kita terus berjuang dan berkarya bagi anak bangsa. Harapan anak bangsa ada ditangan kita. Tugas yang besar telah diberikan bagi kita, kiranya kita dapat terus setia merespon panggilan ini dengan tanggung jawab. Bismillah…

Minggu, 26 Januari 2014

Yuuukk Jadi TEAMWORK yang HEBAT

The dream team bukan lagi cuma sekumpulan orang hebat dengan rencana hebat. Namun, the dream team berarti sekumpulan orang hebat dengan rencana hebat yang mampu melakukan eksekusi kerja dengan baik dan mencapai hasil akhir sesuai target.

Tidak salah kalau orang bilang bahwa proses pembentukan dream team harus dilakukan dari awal untuk benar-benar menyeleksi secara ketat siapa saja yang berhak masuk menjadi anggota team. Proses seleksi ketat akan menghasilkan orang-orang pilihan dengan kemampuan tinggi.

Orang-orang pilihan dengan kemampuan tinggi selalu punya motivasi kuat untuk bekerja tanpa banyak perintah. Mereka tidak perlu diberi pengarahan panjang lebar cukup sedikit penjelasan pasti jalan aktivitasnya. Walau terkadang mereka susah diatur, tetapi itu semua bisa diatasi bila pemimpinnya mampu melakukan pendekatan komunikasi personal yang baik, memberikan dukungan penuh dan selalu terlebih dahulu memberikan keteladanan.

Berarti kunci kedua ada di pemimpin karena pemimpin hebat adalah pemimpin yang bisa membuat semua anggota team dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Coba saja lihat team-team sepakbola dunia. Mereka begitu gencar berburu pemain-pemain top. Para pemain top itu begitu asyiknya melakukan kerjasama lapangan saat pertandingan. Semua terjadi karena mereka punya coach yang juga hebat dalam pengaturan strategi dan pendekatan personal.

Dalam suatu pemerintahan kerajaan misalnya , seorang panglima yang hebat akan menyerukan kepada para prajuritnya untuk berperang melawan musuh , bukan kata “ MAJU !!! “ melainkan “ Ayoooo Majuuuuu ..!!! “, setelah kemenangan yang didapat maka sang panglima akan memberikan kabar kepada sang raja , bukan kata “ SAYA telah mengalahkan musuh “ akan tetapi “ KAMI telah berhasil mengalahkan musuh “

Sepandai apapun kita, sekuat apapun kita, setinggi apapun jabatan kita, tetap saja selalu ada keterbatasan yang menyertai. Itulah realita. Itulah sebabnya mengapa kita harus bisa membangun kerjasama dengan pihak lain. Atas nama kepentingan tujuan individu, terlebih kepentingan tujuan institusi kita harus bekerja sama.

Membangun kerjasama yang baik dalam satu tim sehingga menjadi tim yang hebat tentu tidak mudah. Ada banyak hal yang harus dilakukan, tetapi satu hal yang menjadi kunci keberhasilan: hargailah harkat seluruh anggota tim. Richard Young (2002) dalam bukunya Building a Dinamic Team mengingatkan bahwa sebuah tim dibangun diatas kekuatan individu. Maka pimpinan tim harus menyadari kekuatan dan kelemahan para anggotanya sehingga dapat secara efektif memanfaatkan kompetensi masing-masing individu. Setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk ?bersinar? dengan kemampuannya. Pimpinan dalam tim yang dinamis senantiasa menghargai keunikan individu. Dengan demikian anggota tim juga secara legowo menghargai peran supervisi dari pimpinan timnya. Dan dengan demikian tim kerja yang solid akan terwujud.
Ammiin.