Apakah ujian itu menakutkan bagi
peserta didik ?
Terkadang baru mendengar kata “
ujian “ saja, mereka sudah membayangkan betapa tegangnya situasi, gemeteran dan
bahkan ada yang pesimis. Kemampuan mereka belajar selama ini, berproses setiap hari
seakan diuji dalam satu hari, yang menentukan hasil belajar mereka selama ini.
Apakah seorang pendidik merasa
bangga jika para peserta didiknya merasakan setres yang teramat ketika
mendapati soal-soal ujian yang terbilang sangat sulit, apakah seorang pendidik
merasa sangat puas ketika melihat peserta didiknya sangat kesusahan berfikir
dalam mengerjakan soal-soal ujian yang dihadirkan. Apakah itu tujuannya ?
Ujian di sekolah memang salah
satu tangga untuk mencapai level tertinggi, menciptakan perkembangan dalam
literasi, mengevaluasi dari proses sebelumnya, seperti halnya para peserta
didik bisa naik ke jenjang berikutnya dengan pencapain nilai yang sudah
ditentukan. Namun terkadang tidak sedikit para peserta didik miskonsepsi
terhadap makna ujian. Ujian sering dimaknai sebagai ajang untuk mencetak nilai
saja. Banyak cara mereka lakukan untuk menghasilkan nilai yang bagus baik
dengan cara halal maupun tidak.
Mari kita renungkan sebenarnya apa hakikat ujian itu, ujian sebenarnya menjadi media bagi kita sebagai sarana memperbaiki diri, belajar, memahami ilmu, dan akhirnya menguasai kompetansi tertentu. Bukan hanya sekedar nilai. Nilai adalah bonus. Seperti pahala adalah bonus dari Allah SWT atas usaha yang kita lakukan. Jika Allah ridho, kita akan lulus ujian, derajat kita naik, otomatis pahala kita dapatkan.
Jadi, ujian itu untuk belajar.
Bukan sebaliknya, belajar untuk ujian. Jika demikian, berarti ada ujian atau
tidak, belajar menjadi suatu kebutuhan. Mengapa butuh ? karena kita ingin
menjadi lebih baik dan menguasai kompetensi. Ujian sebagai tahap akhir proses
pembelajaran yang harus disikapi dengan positif, penuh keikhlasan dan syukur
serta kesediaan untuk belajar.
Mulai dari sekarang wahai para
pendidik, maksimalkanlah pada proses pembelajaran, rubah mindset peserta didik
tentang ujian, karena pada proses itu kita bisa melihat secara langsung
penilaian yang menitik beratkan sasaran penilaian pada tingkat efektifivitas
kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar