Rabu, 27 September 2017

Implementasi Filsafat Pendidikan di Sekolah Tunas Mekar Indonesia





Dalam sebuah proses mental/psikologis yang bersifat subyektif, pendidikan harus mampu
membantusiswa menemukan kebenaran, keindahan dan kehidupan yang luhur. Sehingga dalam 
realisasinya pendidikan yang diajarkan didalam pendidikan. Dan, bagaimana cara mengajarkan: dengan menggunakan metode pendidikan yang berupaya merangsang atau membawa ide-ide laten pada kesadaran siswa, dengan mengajukan pertanyaan yang mengarah pada pokok-pokok bahasan (pada suatu materi pelajaran), membentuk konsep dengan cara menunjukkan obyek.

Di Sekolah Tunas Mekar Indonesia pembelajaran tidak hanya terpaku pada materi subjek saja, akan tetapi lebih kepada pengembangan materi dan realisasinya. Bagaimana soal Hubungan guru dan murid: Guru berupaya membangun konsep pada murid yang memiliki hubungan dengan suatu obyek dalam realitas dan murid berupaya sedapat mungkin menangkap konsep tersebut dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk didiskusikan bersama. Kurikulumnya menggunakan dengan: menyusun metode  pengajaran yang didasarkan pada rumusan abstraksi-sensasi, mengembangkan serangkaian demonstrasi kelas untuk dilakukan oleh siswa guna menjelaskan suatu fenomena.

Misalkan ketika saya mengangkat materi mengenai fenomena sosial, selain informasi media yang menjadi bahan acuan, peserta didik juga dituntut untuk merespon, mengkritisi dan belajar bagaimana memberikan solusi sehingga melatih pola pikir mereka untuk lebih peka terhadap kejadian di lingkungan sekitar.

Esensialisme dan pendidikan, Dengan mengajarkan tanggungjawab, disiplin dan kepatuhan kepada siswa melalui latihan yang sistematis dalam pelajaran tertentu seperti membaca, menganalisis, menyikapai perilaku sosial  yang mengharuskan adanya penguasaan atas mata pelajaran tertentu. Hubungan guru dan murid: pandangan ini mengharuskan adanya upaya yang sinergik antara guru dan murid. Guru yang matang, terdidik, dan menguasai mata pelajaran menstransmisikan ilmunya sedangkan untuk penguasaan keterampilan dan mata pelajaran memerlukan upaya dan ketekunan dari peserta didik. Saya sebagai guru bertugas tidak hanya mengajar akan tetapi juga mendidik, dalam praktek pembelajaran, saya harus sekreatif mungkin mengkemas kegiatan pembelajaran agar lebih menarik sehingga perserta didik antusias dalam mengikutinya. 



Rekonstruksionisme dan pendidikan, Bahwa pendidikan seharusnya memperkenalkan kebijakan dan program reformasi masyarakat. Melalui filsafat rekonstruksi sosial ini masyarakat dijadikan sumber dan juga dijadikan objek dalam belajar. Masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat, kebutuhan masyarakat, dan keunggulan masyarakat dapat dijadikan materi pelajaran. Yang diajarkan didalam pendidikan: yang hendaknya diajarkan menurut teori ini adalah pengertian kritis dalam menguji warisan budaya, komitmen untuk melakukan reformasi sosial yang cermat, sikap berencana yang merupakan kemampuan merencanakan jalannya revisi budaya, dan pengujian rencana budaya dengan membuat program reformasi sosial yang seksama. Cara mengajarkan: mengajarkan siswa agar mampu mendeteksi kebiasaan, keyakinan dan nilai-nilai yang berpotensi mengganggu rekonstruksi sosial. Hubungan guru dan murid: guru membimbing siswanya dalam program rekayasa sosial dan reformasi, dan siswa terlibat aktif dalam program tersebut. Kurikulum: kurikulum ditekankan pada pengembangan kebiasaan, watak dan loyalitas demokratis, perolehan pengetahuan dan wawasan partisipasi inteligen dalam masyarakat demokratis.


Progesivisme dan pendidikan, manusia mampu memperbaiki dan menyempurnakan lingkungannya dengan menerapkan intelegensi manusia dan metode ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah sosial, politik dan ekonomi. Yang diajarkan didalam pendidikan: perhatian khusus yang diberikan pada aktivitas kreatif yang mencakup: menari, membuat sketsa, menggambar, menyanyi, mengayam, memasak dan aktivitas ekspresif lain. Pengajaran formal dan non formal harus berkesinambungan. Dan di Sekolah Tunas Mekar Indonesia kegiatan itu sudah terprogram rapih. Cara mengajarkan: Cara pengajaran umumnya adalah dengan metode diskusi bebas serta praktek lapangan. Hubungan guru dan murid: guru yang membimbing siswanya lebih merupakan seorang sutradara aktifitas riset daripada sebagai seorang yang menguasai tugas (task-master), terdapat kerjasama antara guru, murid dan orang tua murid untuk mempertemukan kebutuhan murid demi pertumbuhan dan perkembangannya. Kurikulum: mendorong perkembangan alami anak dan pertumbuhan melalui aktivitas yang menanamkan inisiatif, kreatifitas dan ekspresi diri, seluruh pelajaran dibimbing oleh siswa sendiri yang distimulasi oleh kontak dengan dunia nyata. Prestasi siswa diukur berdasarkan perkembangan mental, fisik, moral dan sosial.


Pada intinya sebagai pelaku perkembangan pendidikan, ada hal hal yang memang sudah menjadi hakikat pendidikan yang tidak bisa diubah melainkan berinovasi , berkolabarosi dan berkreasi. sudah sepatutnya sebagai pendidik menghadirkan pola pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan jaman tanpa menghilangkan nilai - nilai dari makna pendidikan itu sendiri. Dengan harapan generasi bangsa merata terdidik, berpotensi, bermoral, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang sidiq, amanah, tabligh, fatonah. Aamiin..










referens :
javaurora
erickbiowordpress
filsafat pendidikan
guru inspiratif
photo by Sekolah Tunas Mekar Indonesia / SMA Tunas Mekar Indonesia

Senin, 31 Juli 2017

MASA TERINDAH ITU KETIKA KELAS 2 SMA Loohhh... mau tau gak alasannya apa... :)


Kita semua sepakat bahwa masa-masa SMA adalah masa yang paling bahagia dan krusial, apalagi masa kelas 2 SMA. Lah emang kenapa sama kelas 2 sma? Baca dulu ya penjelasannya...

Anyway, mungkin sebagian dari kita ini udah ada yang duduk di kelas 2 SMA dan rasanya ngga rela banget buat ninggalin bangku itu. mungkin juga kita nggak sadar deh kalo masa kelas 2 SMA itu masa yang paling bahagia dan krusial dalam hidup. Nanti saya akan kasih jawabannya, Baca terus ya..

Kelas 2 sma itu menurut saya emang menyenangkan banget deh. Nah ini alasannya yang udah disiapkan…Masa-masa SMA yang Indah di Kelas 2 Karena Waktunya Buat Explore Diri
masa SMa explore kembangkan diri. Bener banget, kita harus ambil kesempatan ini untuk mengembangkan diri lebih mendalam, Karena di kelas 2 SMA beban kita nggak terlalu banyak. Kita masih punya satu tahun untuk buat itu lebih bermakna. Mengembangkan Diri dengan Terlibat Aktif di Ekskul masa SMa ekskul harus ikut di ekskul.

Dengan aktif terlibat di ekskul, bisa jadi itu adalah jalan yang sesungguhnya. Maksudnya, kita bisa memberi sesuatu kepada sekolah, orang tua, sahabat, dan yang paling penting bangga akan diri sendiri. Karena di kelas 2 SMA nggak terlalu banyak pikiran, bisa luangkan penuh waktu, jiwa, dan raga di ekskul. Sedangkan Kalo kita Anak Osis, Habiskan Masa SMA dengan Menjadi Seorang Organisator yang Bagus masa SMa osis bikin acara-acara seru buat temen sekolah
Karena kuta punya jabatan sebagai pengurus osis, kita juga punya hak untuk bikin sesuatu keren untuk sekolah . Iya, biasanya kan pihak sekolah itu percaya banget kalo anak OSIS itu adalah perwakilan dari seluruh siswa sekolah, nah itu dimanfaatkan. Maksudnya, bisa manfaatkan itu untuk buat temen-temen sekolah ngerasa bangga punya pengurus OSIS yang keren kayak kita. Contohnya, kita bisa bikin acara keren, class meeting anti mainstream, atau lomba-lomba antar sekolah supaya banyak kegiatan positif. Dan kita bisa bangga bisa meninggalkan jejak itu.

Selain Itu, Bisa Juga Dengan Cari Pengalaman Sebagai Volunteer di Luar Sekolah masa SMa volunteer keluar dari zona nyaman, Nah ini salah satu yang terpenting alasan mengapa masa sma terindah itu adalah berada di kelas 2 SMA, karena masih bisa punya banyak waktu untuk pergi keluar dari lingkup sekolah dan mencari pengalaman lain. Ini sama aja keluar dari zona nyaman . Kita bisa tuh ikut volunteer di acara EO keren atau jadi relawan bencana.

It is good to try to enhance your ability of knowing how real life works, as well as the way to have a lot of experiences. By doing that, you will be surrounded by positive vibe and having enough stories to tell to others. Jadi, kuylah!

Selanjutnya, Jatah Nakal kita Sudah habis
Jatah nakal di sini adalah tentang menghabiskan jatah gagal di SMA, supaya ke depannya bisa terus memahami kesalahan itu. Di awal kelas 2 ini, silakan mengeluarkan sifat bandel yang tertahan, karena siapa tau nanti di kelas pertengahan semester kita udah fokus dengan belajar, belajar, dan belajar.

Manfaatkan Ini Untuk Banyak Sharing dengan Anak Kelas 1 dan Anak Kelas 3
masa SMa nongkrong waktunya sharing dengan adik dan kaka kelas Kita kan posisinya di tengah-tengah nih, nah itu sebenernya merupakan salah satu keuntungan kita. Kita bisa belajar dari adik dan kakak kelas itu. harus biasakan sharing sama mereka. Selain kita bisa memahami mereka, siapa tahu bisa ngegebet adik atau kakak kelas. Iye nggak? Seru loh punya adik dan kakak kelas. Pasti seru banget. Yap Mengapa Masa SMA yang Terindah Berada di Kelas 2 Adalah Itu Semua Membawa Kesebuah Jenjang Kedewasaan. Dan kita Bisa Menjalani Kelas 3 dengan Banyak Pengalaman masa SMa dewasa yap, bakal bisa menjalani kelas 3 dengan sempurna Betul banget. Ini asalan utama mengapa harus aktif di kelas 2 SMA. Supaya siap menjalani hari-hari sebagai anak kelas 3 yang bakal banyak menempuh ujian. Selain ujian sekolah dan nasional, juga ujian cinta dan kehidupan. Jadi, buat kita sekarang yang mau naik kelas 2 atau sedang berada di kelas 2 yang akan kelas 3, kita harus tau alasan ini ya. Supaya kita makin bikin waktu kelas 2 makin keren dan berkesan !




Rinal_polka.id
Guru Inspiratif
cc Sekolah Tunas Mekar Indonesia / SMA Tunas Mekar Indonesia

Rabu, 26 April 2017

HARAP SENANG ADA UJIAN

Ada yang menarik di pagi hari ini, ketika saya melintas dari tangga menuju lantai 2 banyak slogan dan reminder yang berhubungan dengan pelaksanaan Ujian Nasional​ , dan itu selalu akan kita temukan ketika masa masa ujian berlangsung karena itu adalah satu diantara administrasi dalam pelaksanaannya.

Tapi ada yang mencuri perhatian saya dari satu diantara slogan yang ada, sepintas saya lihat lembaran itu bertuliskan HARAP TENANG ADA UJIAN ,  tapi setelah saya perhatikan dengan seksama, ternyata tulisannya " HARAP SENANG ADA UJIAN " ... wooww...its Magic Words.. bukan hanya himbauan, tetapi juga kalimat penyemangat yang luar biasa maknanya serta motifasi bagi para peserta ujian. Great job :)



cc : Sekolah Tunas Mekar Indonesia / SMA Tunas Mekar Indonesia

Kamis, 26 Januari 2017

Ujian Sekolah Menegangkan dan Menyeramkan ... ? Siapa bilang.... :)


Bagi sebagian murid dan bahkan orangtua..ujian sekolah atau test adalah hal yang sangat menegangkan. Karena dari hasil tes itulah akan terlihat nilai yang diperoleh dari hasil belajar selama ini. Tapi apakah pencapain hasil belajar hanya dilihat dari hasil tes saja ? .... Jika target pembelajaran hanya terpaku pada nilai dan menuntut murid untuk mencapai nilai tertinggi tanpa memperhatikan proses pembelajaran itu sendiri. Hal itulah yang mengakibatkan mindset murid dan orangtua menjadikan ujian atau tes sekolah adalah titik akhir dari sebuah perjuangan.

Tugas kita sebagai tenaga pendidik untuk merubah mindset itu. Bagaimana caranya agar ujian atau tes sekolah tidak ditakuti dah bahkan terkesan menyenangkan. Sehingga nantinya dalam pemikiran mereka bahwa ujian itu untuk belajar. Bukan belajar untuk ujian. Nah berikut beberapa tips yang akan admin share :

1. CIPTAKAN SUASANA KELAS YANG HOMEY
Sekolah adalah rumah kedua bagi murid - murid kita. Tugas kita bukan memaksa mereka untuk belajar. Akan tetapi menemani mereka dalam belajar. Suasana yang nyaman. Interaksi serta komunikasi yang baik. Akan membuat proses pembelajaran lebih efektif. Bukan hanya kenyamanan yang kita berikan. Melainkan motifasi dorongan agar mereka lebih percaya diri. menggali potensi. Meraih prestasi dan mau berkembang.

2. GUNAKAN METHODE PEMBELAJARAN YANG KREATIF
Bukan masanya lagi dimana seorang guru mengajar hanya berceramah. Atau hanya menulis di papan tulis. Atau pembelajaran hanya terpaku pada buku pegangan saja. Akan tetapi saat ini guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mengkemas pembelajaran tersebut agar lebih menarik dan menyenangkan. Apapun bisa dijadikan media pembelajaran. Baik lembaga sekolah yang sederhana atau terbilang minim fasilitas. Terlebih lagi lembaga sekolah yang fasilitasnya lengkap. Jadi Tidak ada alasan untuk tidak berkreasi.

3. PENILAIAN DARI SEGALA ASPEK
Nilai ujian bukanlah satu satunya tolak ukur untuk mengetahui murid berhasil atau tidak dalam belajar. Melainkan hanya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka dari materi yang sudah disampaikan oleh guru. Karena dalan proses pembelajaran tidak hanya materi pelajaran yang disampaikan oleh seorang guru. Akan tetapi banyak ilmu pengetahuan lainnya yang diberikan. Kedisiplinan. Kemandirian. Attitude dan lain - lain. Mereka menginjakkan kaki datang ke sekolah untuk belajar dan mendapatkan hal baru dalam hidup mereka disetiap harinya. Dan itu perlu diapresiasi oleh guru. Jadi penilaian tidak hanya diambil dari hasil tes materi saja. Yang terpenting adalah mereka mau menyelesaikan tanggung jawab yang sudah diberikan dan siap menerima konsuekensi apapun dari setiap yang dilakukan. " life education "

4. PENYAJIAN SOAL UJIAN YANG MENARIK
Mungkin sebagain dari para pendidik banyak yang tau bagaimana bentuk tes atau ujian sekolah di beberapa negara maju. Ada yang ujiannya hanya melakukan praktek. Ada yang ujian sekolahnya disesuaikan dengan kemampuan dan bakat siswa. Ada juga yang ujiannya tetap menggunakan paper test akan tetapi bentuk penyajiannya yang berbeda. Ada yang ujiannya memanfaatkan tekhnologi. Dan lain - lain. Nah dari situ kita bisa melihat bahwa betapa banyak variasi yang dilakukan agar murid nyaman dan senang mengikuti aktifitas ujian sekolah. Apakah kita masih akan tetap mempertahankan sistem test yang hanya dengan kertas putih. Pilihan ganda. Terkadang tulisannyapun kurang jelas karena photocopy soal yang kurang baik. Dan itu yang akan membuat murid kita merasa jenuh. Bosan. Dan mengakibatkan fikiran mereka buyar. Kurang fokus dalam mengerjakan soal. Cara seperti ini akan mengekang polapikir mereka. Tapi jika kita bisa menerapkan salah satu sistem ujian atau tes sekolah yang sudah dilakukan oleh beberapa negara maju. Maka nantinya mereka akan berfikir bahwa. Ujian Sekolah adalah kegiatan yang sangat dinantikan. Karena pada kesempatan itu mereka bisa memperlihatkan kemampuan hasil belajar mereka selama ini .baik itu akademik maupun non akademik.

#guruinspiratif Sekolah Tunas Mekar Indonesia 2k16 / SMA Tunas Mekar Indonesia

Rabu, 25 Januari 2017

MENUMBUHKAN MINAT BACA

Pada dasarnya, tidak ada patokan usia kapan seorang anak perlu distimulasi untuk senang membaca. Tetapi usia dini merupakan usia yang ideal untuk merangsang anak senang membaca. Saat anak mulai bertanya, ini apa?kenapa begitu?� atau meminta bacain dong!� itu merupakan tanda tahapan awal kesiapan anak belajar membaca. Minat baca anak sangat ditentukan oleh lingkungannya. Disinilah pentingnya peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung.
Untuk anak-anak yang belum bisa membaca, orang tua bisa menggunakan metode bercerita. Jika biasanya orang tua hanya bercerita secara verbal, ada baiknya mulai sekarang orang tua memperlihatkan buku yang berisi gambar-gambar lalu menceritakan isi buku itu. Pada saat membacakan cerita, orang tua perlu juga hanyut dalam bacaan, sehingga dapat memancing rasa ingin tahu anak. Rasa ingin tahu ini merangsang anak untuk melakukan hal yang sama. Ada kalanya, anak-anak mudah merasa bosan, orang tua juga perlu mencari tahu apa yang menarik bagi anak dan berusaha memenuhinya. Selain itu, buku-buku perlu disusun di tempat yang mudah diraih atau ditempat-tempat khusus di antara mainannya.
Pada tahapan perkembangan berikutnya, untuk anak-anak yang baru bisa membaca. Sebaiknya, orang tua memilihkan jenis bacaan dengan teks yang besar-besar, bahasa yang baik dan ilustrasi cerita yang jelas. Karena bahasa yang baik akan mempengaruhi bahasa anak dalam berkomunikasi. Hal yang perlu kita perlu pahami adalah bahwa anak-anak memiliki keterbatasan konsentrasi, misalnya anak tiba-tiba ingin melakukan aktifitas lain. Orang tua tidak usah melarang, karena anak akan memandang kegiatan membaca itu tidak menarik dan menyebalkan. Kebiasaan membaca ada baiknya dimulai dari orang tua, karena orang tua merupakan teladan untuk anak-anaknya. Pada saat anak membaca, orang tua perlu juga melakukan aktivitas yang sama.

Untuk pemilihan buku dan mengatasi kejenuhan anak, orang tua sebaiknya memperkenalkan pada anak beragam jenis bacaan tentunya buku-buku yang sesuai dengan usia anak. Misalnya, dengan ilustrasi yang menarik, bentuk cerita dan kesulitannya beragam. Dimulai dari buku bergambar tanpa teks, buku cerita dengan tulisan besar dan gambar jelas, hingga buku yang hanya teks tanpa ilustrasi. Banyaknya variasi atau hal-hal yang menarik pada buku, akan menambah minat anak untuk membaca. Anak yang suka membaca dapat memperkaya dan mengembangkan pengetahuannya. Selain itu, dukungan orang tua tetap diperlukan dalam setiap perkembangan usianya. Orang tua diharapkan untuk selalu siap menjawab pertanyaan anak yang tidak mengerti apa yang dilihat atau dibacanya.
" Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi "

Daftar Pustaka:
Kumpulan artikel psikologi anak (Intisari)
#library #guruinspiratif #book #read
Lindawati, S. Psi.
Pusat Konseling & Pelatihan IPEKA

Sekolah Tunas Mekar Indonesia / SMA Tunas Mekar Indonesia

" PAHAMI CARA BELAJAR MEREKA, BUKAN PAHAMI CARA KITA MENGAJAR "

Apakah kita masih ingat ketika kita masih duduk di bangku sekolah, terkadang kita kurang nyaman serta malas belajar jika gurunya galak atau membosankan, tetapi mau tidak mau harus mengikuti pelajaran karena takut nilai kecil atau bahkan mendapat hukuman.
Masih ingatkah kita ketika kita masih duduk di bangku sekolah, terkadang suasana sangat membosankan dan menyebalkan ketika guru masuk langsung memberikan tugas atau menyampaikan materi layaknya pengkhotbah.
Ketika hal - hal seperti itu pernah kita alami diwaktu lampau. Apakah kita sebagai guru harus mengulanginya kembali di masa sekarang ? Saya katakan tidak !!!
Cara belajar para peserta didik di rumah itu berbeda - beda, ada yang nyaman belajar sendiri, ada yang didampingi orangtua, ada yang belajarnya ditemani oleh embak, ada yang belajarnya harus dibimbing oleh guru les, dan juga perbedaan fasilitas yang mereka gunakan di rumah.

So...ketika disekolah, sebaiknya kita sebagai guru memberikan kenyaman kepada mereka dalam belajar, boleh sesekali memberikan mereka kesempatan mengambil.posisi yang nyaman di kelas. tapi tetap dalam kendali dan batasan, karena kita bukan menyuruh mereka belajar, melainkan menemani dan mensuport mereka untuk belajar.
Menyamakan perbedaan karakter siswa itu tidak sulit, cukup beri pengertian bahwa setiap yang mereka lakukan ada konsekuensinya. Positif ataupun negatif, melakukan hal yang baik pastinya akan mendapatkan sesuatu yang baik, begitu juga sebaliknya.
Sebagai guru pastinya kita harus sabar, jangan pernah menganggap mereka bodoh, semua murid kita itu hebat, mereka punya keunikan dan kelebihan masing - masing, jangan pernah berhenti memberi kesempatan kepada mereka untuk berkembang, terus yakinkan mereka bahwa mereka bisa, apapun nanti hasilnya. Setidaknya kita sebagai guru sudah melakukan yang terbaik semaksimal.mungkin.

Berikan suasana baru di kelas, berikan aura menyenangkan di kelas, ketika mereka sudah tersenyum, maka belajar adalah hal yang menyenangkan , so tuntutan kita untuk sekreatif mungkin mengkemas sebuah pembelajaran, jalin komunikasi yang baik dan tetap ajarkan batasan yang memang menjadi kewajiban mereka sebagai murid di sekolah.
Jadilah guru yang disegani, bukan ditakuti, karena walau sedikit ilmu, itu sangat berarti. Lakukanlah dengan ikhlas dan sepenuh hati. Semoga kita mendapat berkah dari Illahi robbi.






Sekolah Tunas Mekar Indonesia / SMA Tunas Mekar Indonesia