Dalam sebuah proses mental/psikologis yang bersifat subyektif, pendidikan
harus mampu
membantusiswa menemukan kebenaran, keindahan dan kehidupan yang luhur. Sehingga dalam
realisasinya pendidikan yang diajarkan didalam
pendidikan. Dan, bagaimana cara mengajarkan: dengan
menggunakan metode pendidikan yang berupaya merangsang atau membawa ide-ide
laten pada kesadaran siswa, dengan mengajukan pertanyaan yang mengarah pada
pokok-pokok bahasan (pada suatu materi pelajaran), membentuk konsep dengan cara
menunjukkan obyek.
Di Sekolah Tunas Mekar Indonesia pembelajaran tidak hanya terpaku
pada materi subjek saja, akan tetapi lebih kepada pengembangan materi dan
realisasinya. Bagaimana soal Hubungan guru dan murid:
Guru berupaya membangun konsep pada murid yang memiliki hubungan dengan suatu
obyek dalam realitas dan murid berupaya sedapat mungkin menangkap konsep
tersebut dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk didiskusikan bersama. Kurikulumnya menggunakan dengan: menyusun metode pengajaran yang didasarkan pada rumusan abstraksi-sensasi, mengembangkan
serangkaian demonstrasi kelas untuk dilakukan oleh siswa guna menjelaskan suatu
fenomena.
Esensialisme dan pendidikan, Dengan
mengajarkan tanggungjawab, disiplin dan kepatuhan kepada siswa melalui latihan
yang sistematis dalam pelajaran tertentu seperti membaca, menganalisis, menyikapai
perilaku sosial yang mengharuskan adanya penguasaan atas mata pelajaran
tertentu. Hubungan guru dan murid: pandangan ini mengharuskan adanya upaya yang
sinergik antara guru dan murid. Guru yang matang, terdidik, dan menguasai mata
pelajaran menstransmisikan ilmunya sedangkan untuk penguasaan keterampilan dan
mata pelajaran memerlukan upaya dan ketekunan dari peserta didik. Saya sebagai
guru bertugas tidak hanya mengajar akan tetapi juga mendidik, dalam praktek
pembelajaran, saya harus sekreatif mungkin mengkemas kegiatan pembelajaran agar
lebih menarik sehingga perserta didik antusias dalam mengikutinya.
Rekonstruksionisme dan pendidikan, Bahwa pendidikan seharusnya
memperkenalkan kebijakan dan program reformasi masyarakat. Melalui filsafat
rekonstruksi sosial ini masyarakat dijadikan sumber dan juga dijadikan objek
dalam belajar. Masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat, kebutuhan
masyarakat, dan keunggulan masyarakat dapat dijadikan materi pelajaran. Yang diajarkan didalam pendidikan: yang hendaknya diajarkan
menurut teori ini adalah pengertian kritis dalam menguji warisan budaya,
komitmen untuk melakukan reformasi sosial yang cermat, sikap berencana yang
merupakan kemampuan merencanakan jalannya revisi budaya, dan pengujian rencana
budaya dengan membuat program reformasi sosial yang seksama. Cara mengajarkan: mengajarkan siswa agar mampu mendeteksi
kebiasaan, keyakinan dan nilai-nilai yang berpotensi mengganggu rekonstruksi
sosial. Hubungan guru dan murid: guru membimbing siswanya dalam
program rekayasa sosial dan reformasi, dan siswa terlibat aktif dalam program
tersebut. Kurikulum: kurikulum ditekankan pada pengembangan
kebiasaan, watak dan loyalitas demokratis, perolehan pengetahuan dan wawasan
partisipasi inteligen dalam masyarakat demokratis.
Progesivisme dan pendidikan, manusia mampu memperbaiki dan
menyempurnakan lingkungannya dengan menerapkan intelegensi manusia dan metode
ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah sosial, politik dan ekonomi. Yang
diajarkan didalam pendidikan: perhatian khusus yang diberikan pada aktivitas
kreatif yang mencakup: menari, membuat sketsa, menggambar, menyanyi, mengayam,
memasak dan aktivitas ekspresif lain. Pengajaran formal dan non formal harus
berkesinambungan. Dan di Sekolah Tunas Mekar Indonesia kegiatan itu sudah
terprogram rapih. Cara mengajarkan: Cara pengajaran
umumnya adalah dengan metode diskusi bebas serta praktek lapangan. Hubungan
guru dan murid: guru yang membimbing siswanya lebih merupakan seorang sutradara
aktifitas riset daripada sebagai seorang yang menguasai tugas (task-master),
terdapat kerjasama antara guru, murid dan orang tua murid untuk mempertemukan
kebutuhan murid demi pertumbuhan dan perkembangannya. Kurikulum: mendorong perkembangan alami anak dan pertumbuhan
melalui aktivitas yang menanamkan inisiatif, kreatifitas dan ekspresi diri,
seluruh pelajaran dibimbing oleh siswa sendiri yang distimulasi oleh kontak
dengan dunia nyata. Prestasi siswa diukur berdasarkan perkembangan mental,
fisik, moral dan sosial.
Pada intinya sebagai pelaku perkembangan pendidikan, ada hal hal
yang memang sudah menjadi hakikat pendidikan yang tidak bisa diubah melainkan
berinovasi , berkolabarosi dan berkreasi. sudah sepatutnya sebagai pendidik
menghadirkan pola pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan jaman tanpa
menghilangkan nilai - nilai dari makna pendidikan itu sendiri. Dengan harapan
generasi bangsa merata terdidik, berpotensi, bermoral, dan memiliki jiwa
nasionalisme tinggi, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang sidiq, amanah,
tabligh, fatonah. Aamiin..
referens :
javaurora
erickbiowordpress
filsafat pendidikan
guru inspiratif
photo by Sekolah Tunas Mekar Indonesia / SMA Tunas Mekar Indonesia






