Senin, 30 Mei 2022

HARAP SENANG ADA UJIAN

 

Apakah ujian itu menakutkan bagi peserta didik ?

Terkadang baru mendengar kata “ ujian “ saja, mereka sudah membayangkan betapa tegangnya situasi, gemeteran dan bahkan ada yang pesimis. Kemampuan mereka belajar selama ini, berproses setiap hari seakan diuji dalam satu hari, yang menentukan hasil belajar mereka selama ini.

Apakah seorang pendidik merasa bangga jika para peserta didiknya merasakan setres yang teramat ketika mendapati soal-soal ujian yang terbilang sangat sulit, apakah seorang pendidik merasa sangat puas ketika melihat peserta didiknya sangat kesusahan berfikir dalam mengerjakan soal-soal ujian yang dihadirkan. Apakah itu tujuannya ?

Ujian di sekolah memang salah satu tangga untuk mencapai level tertinggi, menciptakan perkembangan dalam literasi, mengevaluasi dari proses sebelumnya, seperti halnya para peserta didik bisa naik ke jenjang berikutnya dengan pencapain nilai yang sudah ditentukan. Namun terkadang tidak sedikit para peserta didik miskonsepsi terhadap makna ujian. Ujian sering dimaknai sebagai ajang untuk mencetak nilai saja. Banyak cara mereka lakukan untuk menghasilkan nilai yang bagus baik dengan cara halal maupun tidak.

Mari kita renungkan sebenarnya apa hakikat ujian itu, ujian sebenarnya menjadi media bagi kita sebagai sarana memperbaiki diri, belajar, memahami ilmu, dan akhirnya menguasai kompetansi tertentu. Bukan hanya sekedar nilai. Nilai adalah bonus. Seperti pahala adalah bonus dari Allah SWT atas usaha yang kita lakukan. Jika Allah ridho, kita akan lulus ujian, derajat kita naik, otomatis pahala kita dapatkan.

Jadi, ujian itu untuk belajar. Bukan sebaliknya, belajar untuk ujian. Jika demikian, berarti ada ujian atau tidak, belajar menjadi suatu kebutuhan. Mengapa butuh ? karena kita ingin menjadi lebih baik dan menguasai kompetensi. Ujian sebagai tahap akhir proses pembelajaran yang harus disikapi dengan positif, penuh keikhlasan dan syukur serta kesediaan untuk belajar.

Mulai dari sekarang wahai para pendidik, maksimalkanlah pada proses pembelajaran, rubah mindset peserta didik tentang ujian, karena pada proses itu kita bisa melihat secara langsung penilaian yang menitik beratkan sasaran penilaian pada tingkat efektifivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.




cc : Sekolah Tunas Mekar Indonesia / SMA Tunas Mekar Indonesia