Senin, 21 Oktober 2013

AKU INGIN MENJADI GURU


Ketika aku duduk di bangku sekolah dasar , aku pernah berkata kepada guruku kalau aku ingin menjadi DOKTER, banyak hal yang aku lakukan pada masa itu demi keinginanku, memeriksa ibundaku , menanyakan kesehatan ibundaku, bahkan sempat aku melakukan hal yang memang terbilang agak ekstrim seusiaku, yakni “ membedah anak bebek “ hahahahahahaha lucu si ketika mengingatnya …setelah duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat pertama , aku pernah berkata kepada guruku kalau aku ingin menjadi ARSITEK , karena aku melihat menjadi arsitek lebih menyenangkan , yang hanya bermain mistar dan pensil , dari pada menjadi seorang dokter, dan kemudian setelah aku duduk di bangku sekolah menengah atas , ternyata di sekolahku ada kegiatan wajib yaitu Amaliyah Tadris ( Belajar Mengajar ) dimana kami harus mempersiapkan diri untuk mengajar seperti layaknya seorang guru, mulai dari materi ajar, perlengkapan, media,sikap bahkan penampilan. Walhasil mau tidak mau aku harus persiapkan itu semua untuk mendapatkan hasil yang terbaik.




Add caption













Hari yang mendebarkan itu tiba, semua sudah siap J ternyata mengajar itu menyennagkan ..wowww ada hal – hal yang memang tidak pernah aku rasakan . “ ketika itu aku merasa paling pintar diantara murid – muridku ( adik kelas ), aku bisa berbagi ilmu pengetahuan, jadi pusat perhatian ,dan tempat mereka bertanya apa yang mereka belum mengerti..sangat terasa sekali bahwa apa yang sudah aku pelajari, sekarang bisa aku ajarkan ke mereka semua, mulai dari situ aku berkata kepada guruku bahwa “ Aku Ingin Jadi Guru “


Guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Semua menjadi manusia-manusia yang berguna dengan adanya guru. Guru disebut juga pahlawan tanpa tanda jasa. Pekerjaan seperti Pegawai Kantor, Pedagang, Petani, Nelayan, Tentara, Polisi, Dokter,Arsitek, Buruh Pabrik, Koki dan lain-lain itu ada dengan adanya guru. Karena tanpa tanda jasa itulah, wajar kalau apapun yang dilakukan oleh seorang guru dalam mengajarkan banyak ilmu, harus kita hargai dan kita hormati. Manfaat yang didapat seorang siswa atau murid ketika ia sangat menghormati guru mereka adalah akan sangat mudah menerima ilmu yang diberikan oleh seorang guru.


Aku sangat bangga dengan semua guruku, tidak lupa aku ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu guruku. Guruku telah mengajar dan membimbingku dengan sabar, sehingga kelak aku menjadi orang yang pandai dan berguna bagi nusa dan bangsa. Sungguh mulia hatimu guruku, tugasmu mendidik aku tidak kenal lelah. Bangsa Indonesia akan maju dan besar bila mempunyai generasi yang pintar dan cerdas, oleh karena itu pendidikan harus bisa dirasakan bagi semua anak Indonesia agar tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa lain.


Itulah wujud dari cinta terhadap tanah air. Aku ingin membangun bangsa dan mengisi kemerdekaan Indonesia dengan menjadi guru.Aku ingin mencerdaskan semua anak Indonesia agar mereka semua bisa turut juga membangun dan mengisi kemerdekaan. Ketika aku menjadi guru, aku ingin membuat anak-anak didikku yakin bahwa dunia akan selalu tersenyum kepada mereka dan akan selalu menerima mereka. Ketika aku jadi guru aku juga ingin agar muridku memilki kemampuan IPTEK dan akhlak yang baik. Aku juga ingin agar murid didikku tidak akan pernah puas dengan prestasi yang telah ia ukir. Aku juga ingin agar muridku selalu rendah hati. Aku ingin membentuk kepribadian Islam kepada murid - muridku . Jika kelak mereka dewasa bisa memberi manfaat bagi semua.


Guru membentuk watak bangsa serta mengembangkan potensi siswa. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Guru yang profesional diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Aku teringat pesan guruku, “Cara mengajar lebih utama daripada bahan yang diajarkan, penampilan guru lebih utama daripada cara mengajar, tetapi hati dan akhlak guru itu lebih utama daripada penampilan guru itu”. Guru sebagai motivasi dan penyemangat dalam belajar.Guru akan tersenyum bahagia jika melihat prestasi yang diukir oleh anak didiknya.


Kini aku sudah menjadi guru , Bismillah untuk menjalankan amanah ini :)




Kamis, 03 Oktober 2013

PARA GURU HEBAT YANG MENGINSPIRASI




Deg deg deg…masih teringat jelas di pikiran saya ketika duduk berdampingan dengan para Kepala Sekolah Senior dalam kegiatan Musyawarah Kerja ( K3S ) 
Kelompok Kerja Kepala Sekolah Se – Jakarta Barat.
Sekarang acara pembukaan MUKER oleh bapak KASIDIKDAS serta ramah tamah yang dihadiri ibu KASUDIN, sebuah map yg berisikan pena serta buku tulis kecil, sudah siap menemani saya dalam kegiatan ini. Memang terasa dan merasa lebih antusias dan paling  muda di antara teman-teman yang lain. ingin merasakan membawakan karakter orang lain, akan tetapi menjadi diri saya yang sesungguhnya adalah hal yang paling nyaman, susah memang untuk langsung membaur, setelah memperoleh saran-saran dari teman-teman ketika acara BINTANGKU (Bincang TentangKu), harus ada yang saya rubah, beberapa kata penyemangat yang sempat saya torehkan di kertas.

“ GURU BERMARTABAT HARUS TANGGUH DAN BERPOTENSI “.

“ KERJALAH YANG ENAK, TAPI TIDAK SEENAKNYA “

 “ SUKSES HARUS DISIPLIN “

Bagi saya bergabung dengan para Kepala Sekolah Senior adalah sebuah anugrah yang sangat luar biasa, pak Bambang Sudjarwo selaku KASIDIKDAS pernah menuturkan bahwa, jika didalam sebuah piala itu ada 3 buah medali, maka setelah kamu masuk dan aktif dalam K3S, kamu sudah memperoleh medali apa, emas,perak atau perunggu?? Dan setelah di cerna dan di fahami perkataan pak Bambang tersebut saya merasa sudah memperoleh medali perunggu, karena secara tidak langsung ada visi pribadi yang sudah terealisasi, artinya tugasku sekarang adalah untuk memperebutkan medali emas dan perak. Selama masa kedepan diharapkan wadah pembelajaran ini dapat menjadi rehabilitasi tarbiyah yang sangat mujarab sekaligus membina menjadi pemimpin, guru, dan trainer yang bisa menginspirasi semua orang. Ganbatte!!!

Ada satu hal yang menarik ketika saya mengikuti agenda ini yang memang bertujuan untuk memajukan suatu lembaga pendidikan, hal-hal untuk menjadikan guru model ( Kreatif , Inspiratif, Berwawasan Luas, IT , serta Berkarakter ), sangat berbeda dengan kuliyah di perguruan tinggi yang hanya kejar target sks. Dalam waktu 4.5 bulan setiap peserta di harapkan sudah mampu menguasai materi-materi yang seharusnya di pelajari selama 4 tahun. Padat iya, tapi belajar singkat disini sangat mengasikkan, saya belum menemukan tempat belajar yang paling baik, unik, seru bersama orang – orang hebat pengabdian bangsa.

Guru di tuntut untuk menguasai dan menginternalisasikan nilai-nilai PEACE (Passion, intEgrity, Affection, Care dan synErgy) dalam moment ini memang terlihat sekedar teoritis, akan tetapi bagi saya implimentasi ke depan pasti lebih bermanfaat dan sesuai dengan tujuan saya berada di sini. Output yang di inginkan dari setiap kegiatan atau wadah pembelajaran yang dihadirkan, menghendaki karakter pesertanya selalu bersemangat, jujur, sikap, peduli dan harmonis di setiap penampilannya baik selama di forum, penempatan dan dikehidupan bermasyarakat .
Ada satu pertanyaan yang terlintas di pikiran saya, seberapa penting kah kita harus menjadi seorang guru inspirasi?. Teringat perkataan ibu KASUDIN, bahwa sungguh banyak alasan mengapa kita harus menghujat Indonesia, akan tetapi cukup satu alasan kita harus memperbaiki Indonesia, yaitu menjadi seorang guru inspirasi. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan pendahulu kita hendaknya jangan di teruskan oleh generasi penerus, dan salah satu cara atau jalan untuk memperbaiki itu ialah dengan cara menyekolahkan anak-anak kita di “Sekolahnya Manusia” dan “gurunya manusia”, serta “Orang Tuanya Manusia” seperti apa yang di tulis dalam bukunya pak Munif Chatib selaku praktisi pendidikan.
Duduk santai di depan kamar hotel, saya merasa bangga bisa sharing dengan para pengabdi bangsa , ada 5 (lima) bingkisan dari obrolan santai itu. Kelima bingkisan itu adalah:
  1. Bahwa setiap anak itu di lahirkan sebagai BINTANG
  2. Kemampuan anak itu seluas SAMUDRA
  3. Setiap anak itu adalah HARTA KARUN
  4. Memahami atau MENYELAMI kemampuan anak
  5. Bahwa setiap anak memiliki BAKAT
Jadi kelima bingkisan ini harus di miliki seorang guru model, sehingga guru bukan mesin pembunuh potensi anak-anak, karena setiap anak yang terlahir kedunia memiliki potensi dan bakat masing masing. Allah SWT tidak pernah menciptakan produk-produk gagal, manusia Allah ciptakan sebaik baik kejadian, dan hanya manusia itu sendiri yang menjadikan dirinya lemah disisi makhluk Allah yang lainnya.

Mudah-mudahan dengan sedikit pengetahuan ini, maka diharapkan para guru bisa menjadi gurunya manusia di sekolah manusia, sehingga orang tuanya manusia bangga memiliki anak yang memanusiakan manusia. Wallaualam
 



Om_Ton