Rabu, 21 Agustus 2013

toni.amrizal's photostream

OLYMPUS DIGITAL CAMERAP1012143P1012095P1012158P1012155P1012150
P1012145P1012093OLYMPUS DIGITAL CAMERAP1012121OLYMPUS DIGITAL CAMERAP1012104
P1012097OLYMPUS DIGITAL CAMERAP1012085P1012084OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA
P1012070OLYMPUS DIGITAL CAMERAP1012158P1012155P1012150P1012145

Coffee Morning Adalah Salah Satu Agenda Ananda Islamic School, yang bertujuan mewadahi para orang tua yang tergabung dalam Class Representative, dan agenda ini juga merupakan pertemuan untuk pembentukan Parent - Teacher Association ( PTA ) / KOMITE Sekolah sekaligus silaturrahmi dalam rangka Halal Bihalal.

Minggu, 18 Agustus 2013

Nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan ?

Assalammu’alaikum Wr. Wb
Apa kabar kawan – kawan yang telah singgah ke rumah tulis sederhana saya. Semoga tetap sehat, semangat dan sukses ya. Apalagi yang lagi masih dalam suasanalebaran ini.
Kali ini saya mau berbagi dengan teman – teman semua. Tentang surah Ar-Rahman.

Di saat saya lagi galau. Dengan Masalah pribadi, hati yang sedang di uji komitmennya (dari yang namanya virus merah jambu, virus malas, virus iri, dll), semangat yang lagi kendur kempis dan berbagai masalah lain yang hampir membuat saya menyerah, tiba – tiba teringat ada salah satu surah dalam Al-Quran yang isinya tentang nikmat Allah. Surah Ar-Rahman terdiri dari 78 ayat dan yang menarik dari surah ini adalah satu kalimat ayat yang menjadi penutup setiap ada penjelasan nikmat yang diberikan Allah pada manusia.
Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban yang artinya “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” sebanyak 31 kali diulang. Tujuannya, untuk mengingatkan manusia kalau nikmat Allah itu luar biasa, tak ada satupun yang dapat kita dustakan.
Nah ini saya postingin terjemahannya. Buat ayatnya sengaja gak saya posting biar pembaca membuka sendiri Al – Quran nya.. :)
Baca dan resapi makna tiap ayatnya. Insya Allah kita bakal temukan, sungguh luar biasa nikmat Allah itu.. :)
Semoga bermanfaat.

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1 (Tuhan) Yang Maha Pemurah,
2 Yang telah mengajarkan al-Qur’an.
3 Dia menciptakan manusia,
4 Mengajarnya pandai berbicara.
5 Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
6 Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
7 Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
8 Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
9 Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
10 Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk-(Nya).
11 di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
12 Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
13 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
14 Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
15 dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
16 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
17 Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.
18 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
19 Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
20 antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
21 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
22 Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
23 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
24 Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
25 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
26 Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
27 Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
28 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
29 Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
30 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
31
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.

32 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
33 Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.
34 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
35 Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (daripadanya).
36 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
37 Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
38 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
39 Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
40 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
41 Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.
42 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
43 Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
44 Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.
45 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
46
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.

47 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
48 kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
49 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
50 Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.
51 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
52 Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
53 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
54 Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
55 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
56 Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
57 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
58 Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
59 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
60 Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
61 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
62 Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
63 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
64 kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
65 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
66 Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.
67 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
68 Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
69 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
70 Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
71 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
72 (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
73 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
74 Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
75 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
76 Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
77 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
78 Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.

Selasa, 06 Agustus 2013

MUDIK ITU UNIK

Tradisi mudik adalah tradisi Indonesia yang saya rasa sangat unik. Tradisi ini rasanya tidak akan dijumpai di negara-negara lain. Bahkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam, maka tradisi mudik ini tidak dijumpai. Yang ada adalah tradisi silaturahmi yang memang sudah ada semenjak lama, yaitu ketika Islam turun di Negara Arab. Jika tradisi silaturahmi memang ada relevansi teksnya, misalnya Sabda Nabi Muhammad saw, “man kana yu’minu billahi wal yaumil akhiri fal yashil rahimah”. Yang artinya, bahwa “barang siapa mempercayai Allah dan hari akhir, maka hendaknya menyambung tali silaturahmi”.
Kemudian, di dalam tradisi Jawa juga didapatkan tradisi sungkeman, yaitu tradisi yang dilakukan oleh yang lebih muda kepada yang lebih tua atau dari anak, cucu atau kerabat yang lebih muda kepada yang lebih tua atau dituakan. Misalnya di dalam tradisi mantenan atau perkawinan, dan bahkan ketika ada acara pertemuan keluarga dan sebagainya.
Tradisi mudik adalah dialog antara tradisi Islam dengan tradisi Jawa, yaitu tradisi silaturrahmi dengan tradisi sungkeman di dalam tradisi Jawa. Jika di dalam tradisi Islam memang didapatkan teks mengenai aktivitas untuk  saling berkunjung ke rumah, maka di dalam acara sungkeman yang khas Jawa adalah tradisi yang sesungguhnya diprakarsai oleh para raja dan keturunannya,  namun juga menjadi tradisi masyarakat yang masih mengagungkan budaya Jawa. Hingga kini tradisi ini memang masih menjadi pola bagi tindakan sebagian masyarakat kita.
Tradisi mudik terjadi ketika seseorang berada atau bekerja di luar daerah keluarga besarnya. Bukankah kita ketahui bahwa yang banyak hidup di Jakarta, Surabaya, Jogyakarta, Bandung, Semarang, Surakarta dan kota-kota besar lainnya adalah mereka yang semula berasal dari seluruh pelosok di Indonesia. Makanya jalur-jalur padat kendaraan pada musim mudik adalah pantai utara Jawa dari Jakarta sampai Banyuwangi, Jalur selatan Bandung, Jogja, sampai Pacitan dan jalur lintas Sumatera Lampung sampai ke Aceh.
Orang luar negeri mungkin tidak bisa membayangkan bagaimana terjadi kemacetan sepanjang berpuluh-puluh kilometer. Bukan hanya sekedar macet, akan tetapi juga banyak terjadi kecelakaan. Kemacetan bukan hanya terjadi di jalur biasa bahkan di  jalan tol. Tidak hanya dua tiga jam,  akan tetapi bisa enam tujuh  jam.
Kemacetan seperti ini sungguh tidak akan terjadi di luar negeri. Menurut saya bukan hanya karena jalan yang sempit, akan tetapi memang jumlah pemudik juga terus bertambah seirama dengan perbaikan kesejahteraan. Selain itu juga semakin banyaknya jumlah kendaraan yang digunakan sebagai sarana transportasi darat.
Jika kita dengar dan lihat di layar kaca, maka sungguh tradisi mudik adalah tradisi yang penuh tantangan. Semua alat transportasi penuh sesak dengan penumpang. Bus antar propinsi, kereta api dan penerbangan juga penuh sesak dengan penumpang. Di terminal, di stasiun, di bandara semuanya penuh dengan penumpang dari dan ke kota lain. Semuanya memiliki tujuan yang sama, mudik.  
 Selain kemacetan yang sangat tinggi, juga factor cuaca yang kurang bersahabat. Bahkan juga banyaknya kecelakaan di jalan raya. Namun demikian, tantangan ini seakan bukanlah masalah. Kemacetan yang selalu dirasakannya, juga tidak menyurutkan niat seseorang  untuk mudik. Pengalaman setiap tahun yang selalu berkubang kemacetan ternyata juga tidak mengurangi sedikitpun keinginan untuk mudik.
Mungkin bagi orang luar negeri, perjalanan mudik adalah penyiksaan dan bahkan pengalaman yang traumatic. Akan tetapi kemacaten bagi para pelaku mudik adalah bagian dari tradisi mudik. Bahkan jika seandainya mudik tanpa macet, maka tradisi mudik menjadi kurang bermakna. Justru mudik yang penuh dengan kemacetan dan kesulitan itu bisa dilampaui maka rasa mudik menjadi sebuah cerita yang menarik.
Maka memikirkan mudik tanpa macet rasanya juga tidak menjadi signifikan. Yang penting adalah bagaimana  mengatur agar ketika terjadi kemacetan mereka tetap nyaman berkendaraan. Hanya saja yang diperlukan adalah bagaimana menihilkan kecelakaan di saat mudik. Oleh karena itu, yang diperlukan adalah memenej perjalanan kendaraan agar sesuai dengan aturan.
Jadi, tradisi mudik merupakan tradisi yang khas dan kemacetan di dalam tradisi mudik juga menjadi bagian dari festival mudik yang memang harus terjadi.
Wallahu a’lam bi al shawab.

Senin, 05 Agustus 2013

Guruku Tersayang

Pagiku Cerahku
Matahari bersinar
kugendong tas merahku 
di pundak

Selamat pagi semua
kunantikan dirimu
di depan kelasmu 
menantikan kami

Ref :
Guruku Tersayang
Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis
Mengerti banyak hal
Guruku terimakasihku

Nyatanya diriku
Kadang buatmu marah
Namun segala ma'af
Kau berikan