Kamis, 30 Januari 2014

" KERJA YANG ENAK, TAPI JANGAN SEENAKNYA "



Sepuluh sampai Dua belas jam kita harus bekerja dengan orang-orang yang tidak kita kenal dengan baik,selama lima hari dalam seminggu, tentunya tidak semudah yang kita kira. Ada banyak peraturan yang harus kita ikuti untuk kenyamanan semua pihak. Untuk itulah kita harus biasa menciptakan suasana yang nyaman di kantor.

Saat bekerja kita dituntut dengan banyak kewajiban, aturan, tantangan, tepat waktu dan masih banyak lagi tuntutan pekerjaaan yang harus dituntaskan. Semua itu tidak mungkin kita kerjakan sendiri, pasti akan membutuhkan bantuan rekan lain. Untuk itu, membangun hubungan baik sesama rekan kerja jelas sangat penting. Bagaimana pun, bersosialisasi dengan rekan kerja tidak hanya membuat suasana kerja terasa lebih nyaman, tetapi produktivitas pun dijamin akan meningkat apapun jenis pekerjaan itu dan dimanapun tempat kita bekerja.

Berdasarkan pengalaman banyak orang, ide cemerlang seringkali mencuat karena adanya interaksi yang bagus dengan rekan kerja. Apalagi, sekarang ini penilaian kerja seseorang tidak melulu karena kecerdasan dan keterampilan sebagai individu. Kemampuannya bekerja sama dengan tim juga menjadi pertimbangan penting.

Saat ini sudah seharusnya kita dapat menciptakan suasana nyaman di tempat kerja, jadikan tempat kerja sebagai rumah kedua bagi kita, tanpa adanya suasana yang nyaman kita tidak akan bisa bekerja secara maksimal.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat suasana kerja menjadi nyaman. Tidak setiap orang dilahirkan menjadi orang yang ramah. Tetapi sebetulnya, keterampilan untuk bersifat ramah itu bisa dipelajari. Kuncinya, kita punya hati menghargai orang lain. Menjadi sosok yang rendah hati itu tidak menjadikan kita rendah dimata orang lain, meski kita memiliki kemampuan yang menjadi asset penting di tempat kerja, tidak ada alasan sombong. Toh, kemampuan itu bukan berasal dari sendiri, melainkan talenta karunia Tuhan. Kesombongan akan menjauhkan kita dari pergaulan. Tetaplah rendah hati, jangan merasa paling pintar, paling banyak pengalaman, paling senior ,paling paling dan paling rempong.., jangan pernah malu untuk meminta nasihat dan pendapat orang lain.

Tidak semua rekan memiliki kemampuan seperti kita, hargailah kemampuan orang lain, Janghanlah mencela jika mereka tidak bekerja seperti yang kita harapkan. Sebaliknya, dukunglah rekan kerja saat mereka mengalami kesulitan. Nobody
perfect. Mungkin, mereka tidak secerdas Kita, tetapi mungkin juga mereka punya keterampilan yang tidak Kita miliki.Luangkan waktu untuk mengenal rekan kerja dan milikilah seni mendengar. Mendengar memang tidak mudah karena kebanyakan orang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. Mau mendengarkan pembicaraan akan membuat kita diterima dan ini harus benar-benar ditunjukkan misalnya menanggapi pembicaraan dengan antusias, mengajukan pertanyaan dan menunjukkan empati.

Perbedaan pendapat dengan rekan kerja pastilah selalu terjadi. Maklum, tiap individu memiliki latar belakang (budaya maupun pendidikan), karakter, dan idealisme yang berbeda. Saat menghadapi suatu permasalahan, masing-masing tentu akan menanggapi dengan cara, gaya dan ekspresi yang berlainan pula. Jika menemukan perbedaan segera selesaikan secepat mungkin, jangan biarkan itu larut menjadi sebuah perselisihan. Dan temukan solusi penyelesaiannya.Tidak susah kan menciptakan suasana kerja nyaman? Daripada selalu menyalahkan dan menuntut orang untuk berlaku sesuai keinginan Kita, lebih baik Kita yang proaktif dan selalu berpikir positif. Nanti kita akan merasakan, My office is like my home , my team is like my family ..asssekkk..amiinn

Senin, 27 Januari 2014

MURID ITU UNIK Loh... :)



Mengajar bukanlah pekerjaan yang mudah tetapi membutuhkan keahlian khusus, kesungguhan, pengetahuan dan seni. Mengajar jangan diartikan hanya sebagai proses penyampaian materi pelajaran kepada siswa, akan tetapi suatu proses mengatur lingkungan agar siswa dapat belajar ssesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Pembelajar merupakan pribadi yang unik, dimana siswa itu merupakan individu manusia yang memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Setiap individu pastinya memiliki potensi,
Intelegensi yang berbeda dengan yang lainnya. Semua itu akan membentuk kepribadian yang unik dan khas. Siswa yang satu akan berbeda dengan siswa yang lain. Kita sebagai guru akan dihadapkan dalam situasi keragaman karakteristik siswa. Oleh karena itu,, kita sebagai guru perlu memiliki kemampuan dalam merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi maupun metode dalam pembelajaran yang kita anggap cocok dengan minat, bakat serta sesuai dengan taraf perkembangan siswa. Agar siswa dapat mengembangkan potensi yang ia miliki.

Sudah 8 ( Delapan Tahun ) saya berkecimpung di dunia pendidikan. Tapi pembelajaran yang saya dapatkan tak sesingkat waktu yang saya rasakan.. Pada awal karier saya sebagai guru di Sekolah Islamic Boarding School, saya harus menghadapi siswa yang mampu secara ekonomi dan maju secara berpikir. Mereka dikelilingi dengan fasilitas pendukung yang lengkap.
Namun, situasi ini berbanding terbalik dengan siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah, kemampuan kognitif yang standar dan karakter yang berbeda. Menghadapi siswa yang begitu kompleks, saya berusaha menciptakan strategi baru dan melakukan pendekatan personal, salah satunya dengan menjadikan murid sebagai teman. Ternyata hal tersebut sangat membantu dalam menciptakan suasana belajar-mengajar  yang kondusif dan menyenangkan.
Karakter setiap murid disini sangat beragam. Keberagaman ini mengajarkan saya untuk memahami  karakter orang  lain dan untuk bersabar dalam menghadapi orang lain. Melalui mereka, saya juga belajar arti kesederhanaan dan semangat juang yang tinggi. Mereka rela bangun pagi untuk berjalan kaki dari asrama ke sekolah.
Tapi yang tak bisa dipungkiri adalah adanya beberapa siswa yang berkelakuan nakal. Namun saya berusaha untuk selalu menelusuri latar belakang dari kenakalan itu.  Sebagian besar siswa yang menjadi troublemaker di sekolah umumnya adalah anak-anak yang kurang mampu atau datang dari sebuah broken home. Akibatnya adalah mereka seringkali kurang mendapat perhatian dari orang tua mereka. Walaupun itu, saya percaya bahwa dengan sentuhan dan perhatian yang tulus, mereka dapat diubah menjadi lebih baik seperti terkikisnya batu keras bila ditetesi air setiap hari.
Sukacita terbesar yang saya temukan saat mengajar adalah ketika saya dapat berbagi hal-hal tentang kehidupan dengan anak didik saya. Ini adalah awal munculnya suatu hubungan timbal balik antara guru dan siswa. Hubungan ini sungguh menyejukkan hati karena keberadaan saya dapat dirasakan tidak saja oleh anak-anak, tapi juga rekan-rekan guru. Kebahagiaan ini apalagi terasa ketika hubungan ini ikut menghantar anak-anak menemukan jati diri mereka dihadapan  Allah. Ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi saya.

Bagi saya pribadi, seorang pendidik harus bisa mengenal setiap detil karakter siswa-siswi yang diajarnya. Pengenalan itu dapat menjadi bekal bagi seorang pendidik untuk membuat dan menyusun strategi pengajaran yang tepat bagi siswa-siswi tersebut. Setiap guru juga harus memiliki ketulusan dan kemurnian hati dalam memberi dirinya kepada setiap anak didiknya. Ia mampu memandang setiap siswa-siswi sebagai pribadi yang unik yang perlu dibimbing dan di arahkan ke pengenalan diri yang benar
Semangatlah rekan-rekan guru Indonesia, mari kita terus berjuang dan berkarya bagi anak bangsa. Harapan anak bangsa ada ditangan kita. Tugas yang besar telah diberikan bagi kita, kiranya kita dapat terus setia merespon panggilan ini dengan tanggung jawab. Bismillah…

Minggu, 26 Januari 2014

Yuuukk Jadi TEAMWORK yang HEBAT

The dream team bukan lagi cuma sekumpulan orang hebat dengan rencana hebat. Namun, the dream team berarti sekumpulan orang hebat dengan rencana hebat yang mampu melakukan eksekusi kerja dengan baik dan mencapai hasil akhir sesuai target.

Tidak salah kalau orang bilang bahwa proses pembentukan dream team harus dilakukan dari awal untuk benar-benar menyeleksi secara ketat siapa saja yang berhak masuk menjadi anggota team. Proses seleksi ketat akan menghasilkan orang-orang pilihan dengan kemampuan tinggi.

Orang-orang pilihan dengan kemampuan tinggi selalu punya motivasi kuat untuk bekerja tanpa banyak perintah. Mereka tidak perlu diberi pengarahan panjang lebar cukup sedikit penjelasan pasti jalan aktivitasnya. Walau terkadang mereka susah diatur, tetapi itu semua bisa diatasi bila pemimpinnya mampu melakukan pendekatan komunikasi personal yang baik, memberikan dukungan penuh dan selalu terlebih dahulu memberikan keteladanan.

Berarti kunci kedua ada di pemimpin karena pemimpin hebat adalah pemimpin yang bisa membuat semua anggota team dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Coba saja lihat team-team sepakbola dunia. Mereka begitu gencar berburu pemain-pemain top. Para pemain top itu begitu asyiknya melakukan kerjasama lapangan saat pertandingan. Semua terjadi karena mereka punya coach yang juga hebat dalam pengaturan strategi dan pendekatan personal.

Dalam suatu pemerintahan kerajaan misalnya , seorang panglima yang hebat akan menyerukan kepada para prajuritnya untuk berperang melawan musuh , bukan kata “ MAJU !!! “ melainkan “ Ayoooo Majuuuuu ..!!! “, setelah kemenangan yang didapat maka sang panglima akan memberikan kabar kepada sang raja , bukan kata “ SAYA telah mengalahkan musuh “ akan tetapi “ KAMI telah berhasil mengalahkan musuh “

Sepandai apapun kita, sekuat apapun kita, setinggi apapun jabatan kita, tetap saja selalu ada keterbatasan yang menyertai. Itulah realita. Itulah sebabnya mengapa kita harus bisa membangun kerjasama dengan pihak lain. Atas nama kepentingan tujuan individu, terlebih kepentingan tujuan institusi kita harus bekerja sama.

Membangun kerjasama yang baik dalam satu tim sehingga menjadi tim yang hebat tentu tidak mudah. Ada banyak hal yang harus dilakukan, tetapi satu hal yang menjadi kunci keberhasilan: hargailah harkat seluruh anggota tim. Richard Young (2002) dalam bukunya Building a Dinamic Team mengingatkan bahwa sebuah tim dibangun diatas kekuatan individu. Maka pimpinan tim harus menyadari kekuatan dan kelemahan para anggotanya sehingga dapat secara efektif memanfaatkan kompetensi masing-masing individu. Setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk ?bersinar? dengan kemampuannya. Pimpinan dalam tim yang dinamis senantiasa menghargai keunikan individu. Dengan demikian anggota tim juga secara legowo menghargai peran supervisi dari pimpinan timnya. Dan dengan demikian tim kerja yang solid akan terwujud.
Ammiin.

Jumat, 24 Januari 2014

MURID PINTAR BELUM TENTU SUKSES




 Berbicara masalah Lembaga Pendidikan pasti tidak luput dari yang namanya guru dan murid. nahhh sekarang kita mau berbicara mengenai murid2, ada 3 kategori: murid pintar, murid standar, dan murid lemah. Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya masuk dalam kategori pertama, yaitu pintar dan menghindari kategoriyang terakhir atau murid lemah. Seringkali kita (orangtua) mendaftarkan anak untuk kursus ini dan itu ,bahkan mendatangkan guru privat ke rumah agar nilainya menjadi bagus.

            Secara tidak langsung berarti kita memfokuskan pada “kelemahan” si anak dan berusaha “menutupi” kelemahannya tersebut dengan kursus dan sebagainya. Sebagai contoh, anak kita suka bermain music, akan tetapi nilai matematikanya tidak bagus. Sementara financial kita hanya cukup untuk membiayai 1 jenis kursus, maka kursus apa yang akan kita berikan kepada anak? Penulis yakin Anda akan menjawab: “kursus matematika ”.

            Perlu diketahui, murid yang pintar biasanya adalah tipe yang aktif dan kritis dalam belajar, mereka takut kalau tidak bisa mengerjakan ujian, stres jika mendapat nilai jelek. Tipe murid seperti inilah yang biasanya ikut kursus ini dan itu, karena menginginkan “SEMUA” pelajarannya mendapat nilai baik.

Murid yang lemah biasanya adalah tipe orang yang “masa bodoh”, mereka tidak terlalu memikirkan akan mendapat nilai berapa. Tipe seperti ini biasanya mempunyai “SESUATU” yang sangat mereka sukai dan mereka lebih suka melakukan hal itu ketimbang belajar. Sedangkan murid standar berada di antara 2 kategori itu. Di kemudian hari, siapakah yang akan sukses atau kaya dalam kehidupannya? Apakah murid pintar, murid standar, atau murid lemah ?

Sukses di sini beda artinya dengan kaya. Menjadi kaya berarti mempunyai banyak uang, sedangkan sukses berarti mengerjakan hal yang mereka sukai dan  mereka menyukai apa yang mereka kerjakan, dan orang-orang menghargai apa yang mereka kerjakan. Dalam banyak kasus, banyak murid yang dulu “lemah” semasa sekolah dan kuliah akhirnya menjadi orang yang sukses plus kaya. Sedangkan murid yang dulu “pintar” banyak juga yang menjadi kaya tapi sedikit yang sukses. Mengapa demikian? Karena dari kecil murid yang lemah sudah terbiasa FOKUS pada POTENSI yang dimiliki, dan tidak terlalu peduli dengan kelemahannya. Sedangkan murid yang pintar biasanya mengabaikan potensi yang dimilikinya, mereka lebih suka memperbaiki kelemahannya seperti jika nilai matematikanya jelek maka untuk memperbaiki nilainya mereka kursus matematika.

Sebagai contoh nyata dari tipe murid lemah yang akhirnya menjadi orang sukses. Sebut saja namanya A dan B, keduanya pernah tinggal kelas dan termasuk murid yang tidak peduli dengan nilai bagus. Sekarang si A menjadi pelukis terkenal dan si B menjadi musisi kondang. Mengapa? Karena si A dan si B ini selalu fokus pada potensi yang dimiliki ketimbang memperbaiki belasan kelemahannya, yaitu mengasah kemampuannya di bidang yang mereka sukai: melukis dan bermusik.

Contoh lain adalah Deddy Corbuzier yang semasa sekolah juga tidak termasuk murid yang cemerlang, tetapi sejak kecil telah menunjukkan kecintaannya yang mendalam dan mendalami dunia sulap. Sekarang, siapa yang tidak mengenal Deddy Corbuzier. Rhenald Khasali, beliau pernah tinggal kelas sewaktu sekolah tetapi sekarang merupakan salah satu pembicara handal. Joni Ariadinata pernah 2 kali tinggal kelas dan sekarang menjadi cerpenis kondang dan redaktur majalah sastra Horison. Atau Thomas Alfa Edison yang justru dikeluarkan dari sekolah karena dianggap dungu tetapi malah menjadi seorang ilmuwan dunia. Juga beberapa contoh orang tak berprestasi di sekolah tapi jadi orang kondang adalah Issac Newton, Albert Einstein, Bill Gates (Pendiri Microsoft yang sering bolos sekolah). Dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Di lain pihak, yang dulunya murid pintar seringkali berakhir dengan bekerja di kantoran, mungkin mereka menghasilkan banyak uang tetapi belum tentu mereka sukses, karena mereka mungkin tidak terlalu menyukai apa yang mereka kerjakan, hal ini karena dari kecil mereka diarahkan untuk memperbaiki kelemahan dan tidak memperkuat apa sebetulnya kekuatan atau potensi yang mereka miliki.

Jika anak Anda termasuk dalam kategori anak pintar, maka galilah apa yang ia sukai, lalu berilah semangat agar ia juga melakukan hal yang ia sukai tersebut dan tidak hanya dipaksa untuk belajar terus-menerus.

Sedangkan jika anak Anda termasuk anak yang lemah dan lebih menyukai kesenangannya daripada belajar, carilah suatu alasan mengapa belajar itu juga penting untuk mendukung kesenangannya. Misalnya ia senang sekali dengan bermusik, beri pengertian bahwa seorang musisi juga harus belajar dan mengerti Bahasa Inggris ,supaya dapat sukses di luar negeri.

Ingat, mereka yang hanya memfokuskan diri untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan saja biasanya akan SULIT menemukan IMPIAN ketimbang mereka yang terbiasa fokus pada potensinya. Jadi jangan terpaku pada kelemahan, tapi fokuskan  juga perhatian Anda lebih kepada kekuatan atau potensi yang dimiliki. " GALI POTENSI RAIH PRESTASI  ". :)


Freni Yammad

Rabu, 22 Januari 2014

Tasybih

Tasybih Dhimny adalah Tasybih yang musyabbah  dan nusyabbah bih_nya tidak disuguhkan dalam bentuk tasybih yang biasa dikenal tetapi dalam gambaran khusus yang dapat diketahui melalui struktur kalimat.
Contohnya seperti puisi Abu al- Atahiyyah berikut ini :

ترجو النجاة ولم تسلك نسالكها إنّ السفينة لا تجري على اليبس
“Engkau mengharapkan keselamatan namun tidak pernah menapaki jalan-jalannya?(maka tidak akan bias karena),sesungguhnya perahu itu tidak akan pernah berlayar di daratan.”

Seperti puisi Abu Thayyib di bawah ini :
فإن تفق الأنام وأنت منهم فإنّ المسك بعض دم الغزالي
“Jika engkau dapat mengungguli manusia lain padahal enggkau merupakan bagian dari mereka,(maka tidak aneh)sebab kasturipun merupakan bagian dari darah.”


Tasybih Maqlub adalah tasybih yang dibalik,yakni kata yang semestinya menjadi musyabbah dibalik menjadi musyabbah bih dan yang sejatinya menjadi musyabbah bih dibalik menjadi musyabbah.Hal ini menunjukkan bahwa wajah syabah yang ada pada musyabbah dianggap lebih kuat dan lebih jelas.
Contoh :
كأنّ سواد الليل شعر فاحم
“Seakan gelap malam itu adalah rambut yang hitam”.