Jumat, 29 Juli 2022

How To Encourage Our Students To Be More Creative

 

Dunia saat ini adalah tempat yang serba cepat dan kompetitif. Kreativitas telah menjadi keterampilan penting untuk sukses di semua bidang pekerjaan. Kreativitas dapat dipupuk dengan mengajarkan peserta didik untuk berpikir out of the box dan memecahkan masalah secara kreatif.

Berpikir kreatif adalah keterampilan kunci untuk masa depan. Jadi mengapa tidak mendorongnya sesering dan di sebanyak mungkin tempat? Pertimbangkan strategi ini untuk membantu peserta didik kita memanfaatkan potensi kreatif mereka, dan menunjukkan kreativitas di seluruh lingkungan sekolah.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk how to encourage our students to be more creative.

- Inspire students to take risks with their ideas.

Peserta didik harus memiliki keberanian untuk mencoba hal-hal baru dan bereksperimen dengan ide-ide yang berbeda. Kreativitas membutuhkan penelitian, keberanian, pengambilan risiko, dan ketekunan. Mereka seharusnya tidak takut akan kesalahan atau kritik tetapi melihat ini sebagai peluang untuk berkembang. Dorong mereka untuk mengambil risiko dalam pekerjaan mereka dengan memberi mereka waktu untuk mengeksplorasi pemikiran mereka dan menghasilkan solusi inovatif pada berbagai proyek yang sedang mereka kerjakan sehingga mereka dapat menunjukkan kepada kita apa yang mungkin ketika mereka menerapkan diri secara kreatif.

- Encourage them to come up with solutions they haven’t considered before.

Kreativitas itu luas dan selalu berubah. Kreativitas perlu dipupuk dengan cara yang memungkinkan siswa memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide mereka tanpa takut dihakimi atau diejek. Dorong mereka untuk mengambil risiko dengan proyek baru, karena dengan melakukannya, mereka akan menunjukkan kepada kita apa yang mungkin jika diterapkan secara kreatif. Solusi kreatif tidak selalu konvensional; terkadang perlu mendorong batas dan berpikir out of the box agar solusi inovatif muncul dengan sendirinya. Tantang siswa kita setiap hari dengan memberi mereka pertanyaan yang mungkin belum pernah ditanyakan sebelumnya atau tanyakan kepada mereka bagaimana kita dapat mengubah keadaan di kelas kita sendiri hari ini? Apa yang mungkin terjadi jika…? Dengan menantang kreativitas setiap hari, latihan ini memberikan peluang untuk perspektif baru yang membantu menumbuhkan keterampilan pemecahan masalah kreatif yang penting untuk kesuksesan di semua bidang pekerjaan.

- Give feedback on each idea and help them improve it.

Sebagai pendidik, kita harus bersedia memberikan umpan balik jenis ini terlepas dari betapa menantangnya komentar kita karena pelajaran ini tidak hanya akan mendorong kreativitas siswa tetapi sepanjang waktu mengajari mereka bagaimana menjadi pemikir yang lebih kritis dan pemecah masalah sehingga mereka dapat berkembang ide yang lebih kuat di masa depan.

- Showcase creativity as often as possible.

Memberi mereka ruang untuk menunjukkan kreatifitas mereka. Kreativitas merupakan keterampilan yang dapat memberikan banyak manfaat bagi siswa, pendidik, dan masyarakat secara keseluruhan. Tampilan kreatif akan memotivasi peserta didik lain untuk mencoba hal-hal baru dalam pekerjaan mereka sekaligus memberikan kesempatan kepada pendidik untuk berbagi ide kreatif satu sama lain. Mereka akan senang berbagi ide dan kreasi kreatif mereka dengan orang lain karena memberi mereka kesempatan untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, dan minat mereka sambil menunjukkan apa yang mungkin terjadi ketika kreativitas dimiliki.

- last but not least, allow time each day or week for independent projects.

Memberikan waktu untuk mengerjakan proyek independen akan membantu memberi mereka kesempatan untuk mengeksplorasi pemikiran dan menghasilkan solusi inovatif. Dengan cara ini, kita akan mendorong mereka untuk mengambil risiko dengan ide-ide baru sambil juga memberi mereka tempat yang aman di mana mereka dapat mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi atau diejek, dan sangat penting untuk memberikan kebebasan kepada mereka untuk mengeksplorasi ide-ide mereka.

GURU INSPIRATIF
www.myedtech.life
Alfonso Mendoza Jr., M.Ed.
Pict : Aldi Pratama 
cc : SMA Tunas Mekar Indonesia

 

Beberapa langkah bagaimana membuat anak didik menjadi pribadi yang mandiri.

Ajari mereka bagaimana menjadi lebih sabar. Huffington Post membagikan bagaimana anak-anak Prancis, belajar cara membuat kue. Pamela Druckerman dalam Let Them Eat Cake menjelaskan bagaimana “dengan latihan, mereka menjadi lebih baik dalam mengatasi sedikit frustrasi dan kebosanan. Mereka tidak berharap untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan secara instan. Mereka dapat dengan sabar melanjutkan melalui resep sederhana. ” Ini penting karena kami ingin melihat anak-anak kami tahu bahwa segala sesuatunya membutuhkan waktu, dan bahwa mereka mungkin tidak selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ini adalah pelajaran yang akan memungkinkan mereka untuk tumbuh dan menjadi lebih mandiri.

Biarkan mereka melakukan tugas secara mandiri. Tentu saja, kita dapat mengawasi mereka tetapi tidak melakukan segalanya untuk mereka. Biarkan mereka melakukannya sendiri. Mereka akan belajar lebih cepat dan lebih baik jika tindakan mereka ada di tangan mereka sendiri.

Biarkan mereka membuat keputusan sendiri. Memilih apa yang harus dilakukan, jenis makanan apa yang akan dimakan, warna apa - ini semua menjadi faktor mereka melihat betapa pentingnya melakukan sesuatu sendiri.

Perkenalkan mereka pada pekerjaan rumah. Mereka dapat membantu membereskan kamarnya sendiri, mempersiapkan keperluannya sendiri, atau membantu membuat makanan kesukaannya sendiri. Tugas-tugas ini mungkin tampak membosankan, tetapi hal itu justru akan meningkatkan pengetahuan mereka tentang tidak hanya belajar bagaimana menjadi lebih mandiri tetapi juga bagaimana melakukan banyak tugas.

Selalu tunjukkan bahwa usaha mereka diperhatikan. Kita mengajari mereka bagaimana menjadi lebih mandiri, tetapi mereka harus selalu tahu betapa mereka dikasihi. Itu hanya akan menginspirasi mereka untuk bekerja lebih keras.

Pastikan mereka berbicara tentang situasi- mengapa mereka melakukan sesuatu, apa yang bisa mereka lakukan dengan lebih baik, dan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Apakah itu masalah atau sesuatu yang positif, diskusi sangat baik karena mereka belajar lebih baik ketika mereka dapat berbicara tentang berbagai hal.

Memahami realitas. Mintalah mereka berpikir tentang realitas situasi sehari-hari. Pada dasarnya mereka dapat membedakan antara benar dan salah terkadang lebih baik daripada orang dewasa, dan mereka sering memperlakukan satu sama lain dengan lebih baik karena hal ini. Memiliki pemahaman tentang moral yang baik dan tidak menghakimi adalah langkah besar untuk menjadi lebih mandiri.

Jangan khawatir jika kita atau anak kita kesulitan menyesuaikan diri dengan perubahan besar ini di awal karena semuanya akan berjalan pada tempatnya. Kita akan bangga melihat anak kita tumbuh mandiri, dan mereka akan belajar untuk tumbuh dan bersyukur karena kita membantu mereka mencapai titik itu.

 

GURU INSPIRATIF

MATHGENIE.COM


Senin, 30 Mei 2022

HARAP SENANG ADA UJIAN

 

Apakah ujian itu menakutkan bagi peserta didik ?

Terkadang baru mendengar kata “ ujian “ saja, mereka sudah membayangkan betapa tegangnya situasi, gemeteran dan bahkan ada yang pesimis. Kemampuan mereka belajar selama ini, berproses setiap hari seakan diuji dalam satu hari, yang menentukan hasil belajar mereka selama ini.

Apakah seorang pendidik merasa bangga jika para peserta didiknya merasakan setres yang teramat ketika mendapati soal-soal ujian yang terbilang sangat sulit, apakah seorang pendidik merasa sangat puas ketika melihat peserta didiknya sangat kesusahan berfikir dalam mengerjakan soal-soal ujian yang dihadirkan. Apakah itu tujuannya ?

Ujian di sekolah memang salah satu tangga untuk mencapai level tertinggi, menciptakan perkembangan dalam literasi, mengevaluasi dari proses sebelumnya, seperti halnya para peserta didik bisa naik ke jenjang berikutnya dengan pencapain nilai yang sudah ditentukan. Namun terkadang tidak sedikit para peserta didik miskonsepsi terhadap makna ujian. Ujian sering dimaknai sebagai ajang untuk mencetak nilai saja. Banyak cara mereka lakukan untuk menghasilkan nilai yang bagus baik dengan cara halal maupun tidak.

Mari kita renungkan sebenarnya apa hakikat ujian itu, ujian sebenarnya menjadi media bagi kita sebagai sarana memperbaiki diri, belajar, memahami ilmu, dan akhirnya menguasai kompetansi tertentu. Bukan hanya sekedar nilai. Nilai adalah bonus. Seperti pahala adalah bonus dari Allah SWT atas usaha yang kita lakukan. Jika Allah ridho, kita akan lulus ujian, derajat kita naik, otomatis pahala kita dapatkan.

Jadi, ujian itu untuk belajar. Bukan sebaliknya, belajar untuk ujian. Jika demikian, berarti ada ujian atau tidak, belajar menjadi suatu kebutuhan. Mengapa butuh ? karena kita ingin menjadi lebih baik dan menguasai kompetensi. Ujian sebagai tahap akhir proses pembelajaran yang harus disikapi dengan positif, penuh keikhlasan dan syukur serta kesediaan untuk belajar.

Mulai dari sekarang wahai para pendidik, maksimalkanlah pada proses pembelajaran, rubah mindset peserta didik tentang ujian, karena pada proses itu kita bisa melihat secara langsung penilaian yang menitik beratkan sasaran penilaian pada tingkat efektifivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.




cc : Sekolah Tunas Mekar Indonesia / SMA Tunas Mekar Indonesia