Rabu, 30 November 2016

ADAKAH SENIORITAS DI LINGKUNGAN INSTANSI PENDIDIK ... ?

Kenyamanan di tempat kerja pun sangat berpengaruh terhadap betah atau tidaknya mereka bekerja di suatu tempat. Jika seorang karyawan merasa tidak nyaman dengan tempat kerjanya, otomatis mereka merasa bosan dan pada akhirnya memutuskan untuk berhenti.
Salah satu bentuk ketidaknyamanan itu diantaranya; rekan kerja yang suka menjatuhkan, selalu bikin ulah, jutek, tidak ramah, SENIORITAS, dan lainnya. Hal ini harus dihindari untuk meminimalisir polemik negatif yang terjadi pada sebuah tim kerja, di sini harus ada peran konselor untuk menangani hal ini. Diantaranya:

Konselor, akan membantu karyawan menemukan titik terang dari kebuntuan yang sedang dirasakan oleh karyawan. Konselor akan memberikan arahan kepada karyawan agar nantinya bisa lebih nyaman lagi berada di tempat kerjanya, hal yang bisa iya sarankan ialah memberikan pandangan yang seperti ini :

Langkah pertama yang bisa dilakukan tentunya adalah introspeksi diri. Sudahkah bersikap baik dan berusaha menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja? Bila belum, berhenti bukanlah jalan keluar untuk mendapatkan lingkungan yang lebih baik. Karena kemungkinan besar masalahnya ada dalam diri kita sendiri. Jadi harus berubah dan berusaha beradaptasi. Jangan berharap selalu dimengerti orang lain. Orang-orang memiliki terlalu banyak beban hidup yang harus dipikirkan dari pada pusing-pusing memikirkan bagaimana caranya membuat anda bahagia di kantor. Kalau cukup nyali, bisa melakukan survey, kira-kira hal apa yang tidak disukai oleh rekan kerja kamu dari dirimu, tanyakan dengan jujur dan katakan bahwa kamu ingin memperbaiki diri. 

Kemudian apabila rekan kerja kita semakin suka menjatuhkan kita, sebaiknya kita tetap bekerja dengan baik dan jangan terlibat di dalamnya. Cueklah walau mungkin diri kitalah yang akan disingkirkan tapi yakinlah bahwa rejeki setiap orang sudah diatur oleh Tuhan. Dan tetaplah semangat, tetaplah berikan performa terbaik.
Kemudian mengenai atasan di kantor, kita jangan buru-buru menyalahkan sepenuhnya, ada hal-hal yang harus kita perhatikan. Diantaranya;

Perlu diketahui, atasan menegur tentu ada sebabnya. Mari introspeksi diri dulu. Dari kejadian pertama kita ditegur, tentunya kita bisa menebak seperti apa karakter atasan kita tersebut. Hasil kerja seperti apa yang ia sukai dan yang tidak ia sukai. Bila sudah tau, berusahalah memberikan hasil kerja terbaik yang bisa anda lakukan. Lihat juga sisi positifnya, atasan seperti itu akan membuat kita tetap rendah hati dan menyadari bahwa kita masih harus banyak belajar untuk mencapai kesempurnaan.

Selanjutnya jika ketidaknyamanan itu datang karena merasa atasan atau rekan kerja kurang peduli atau kurang perhatian, Sebaiknya kita kembali ke motivasi awal untuk bekerja bukanlah untuk mengesankan siapa-siapa. Tetaplah bekerja dengan baik dan sadarilah bahwa Tuhan maha tau dan tak ada hal baik yang akan sia-sia.

Hal-hal kecil seperti ini sering sekali diabaikan oleh karyawan. Merasa dirinya telah benar tapi melupakan posisinya sebagai bawahan yang seharusnya memiliki tindakan yang lebih lagi untuk dapat mengambil hati dan lebih bersikap sosial terhadap rekan kerjanya. Tentunya hal-hal ini bisa disampaikan oleh konselor kepada para karyawan agar nantinya tidak ada lagi permasalahan yang ditimbulkan karena alasan ketidaknyamanan tempat kerja, khususnya hubungan antar atasan dan bawahan.

Untuk para karyawan yang tidak pernah sadar akan prilaku buruk, selalu bergosip membicarakan keburukan pimpinan dan oranglain tanpa melihat keburukan sendiri , menjatuhkan dan merendahkan rekan kerja berharap diri dipandang yang terbaik, menghasut orang lain untuk mengikuti pemikiran dan menyamakan persepsi. Cepat atau lambat pasti mereka akan membuka topeng aib mereka sendiri.
So " bekerjalah yang enak tapi jangan seenaknya."