Kamis, 26 Januari 2017

Ujian Sekolah Menegangkan dan Menyeramkan ... ? Siapa bilang.... :)


Bagi sebagian murid dan bahkan orangtua..ujian sekolah atau test adalah hal yang sangat menegangkan. Karena dari hasil tes itulah akan terlihat nilai yang diperoleh dari hasil belajar selama ini. Tapi apakah pencapain hasil belajar hanya dilihat dari hasil tes saja ? .... Jika target pembelajaran hanya terpaku pada nilai dan menuntut murid untuk mencapai nilai tertinggi tanpa memperhatikan proses pembelajaran itu sendiri. Hal itulah yang mengakibatkan mindset murid dan orangtua menjadikan ujian atau tes sekolah adalah titik akhir dari sebuah perjuangan.

Tugas kita sebagai tenaga pendidik untuk merubah mindset itu. Bagaimana caranya agar ujian atau tes sekolah tidak ditakuti dah bahkan terkesan menyenangkan. Sehingga nantinya dalam pemikiran mereka bahwa ujian itu untuk belajar. Bukan belajar untuk ujian. Nah berikut beberapa tips yang akan admin share :

1. CIPTAKAN SUASANA KELAS YANG HOMEY
Sekolah adalah rumah kedua bagi murid - murid kita. Tugas kita bukan memaksa mereka untuk belajar. Akan tetapi menemani mereka dalam belajar. Suasana yang nyaman. Interaksi serta komunikasi yang baik. Akan membuat proses pembelajaran lebih efektif. Bukan hanya kenyamanan yang kita berikan. Melainkan motifasi dorongan agar mereka lebih percaya diri. menggali potensi. Meraih prestasi dan mau berkembang.

2. GUNAKAN METHODE PEMBELAJARAN YANG KREATIF
Bukan masanya lagi dimana seorang guru mengajar hanya berceramah. Atau hanya menulis di papan tulis. Atau pembelajaran hanya terpaku pada buku pegangan saja. Akan tetapi saat ini guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mengkemas pembelajaran tersebut agar lebih menarik dan menyenangkan. Apapun bisa dijadikan media pembelajaran. Baik lembaga sekolah yang sederhana atau terbilang minim fasilitas. Terlebih lagi lembaga sekolah yang fasilitasnya lengkap. Jadi Tidak ada alasan untuk tidak berkreasi.

3. PENILAIAN DARI SEGALA ASPEK
Nilai ujian bukanlah satu satunya tolak ukur untuk mengetahui murid berhasil atau tidak dalam belajar. Melainkan hanya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka dari materi yang sudah disampaikan oleh guru. Karena dalan proses pembelajaran tidak hanya materi pelajaran yang disampaikan oleh seorang guru. Akan tetapi banyak ilmu pengetahuan lainnya yang diberikan. Kedisiplinan. Kemandirian. Attitude dan lain - lain. Mereka menginjakkan kaki datang ke sekolah untuk belajar dan mendapatkan hal baru dalam hidup mereka disetiap harinya. Dan itu perlu diapresiasi oleh guru. Jadi penilaian tidak hanya diambil dari hasil tes materi saja. Yang terpenting adalah mereka mau menyelesaikan tanggung jawab yang sudah diberikan dan siap menerima konsuekensi apapun dari setiap yang dilakukan. " life education "

4. PENYAJIAN SOAL UJIAN YANG MENARIK
Mungkin sebagain dari para pendidik banyak yang tau bagaimana bentuk tes atau ujian sekolah di beberapa negara maju. Ada yang ujiannya hanya melakukan praktek. Ada yang ujian sekolahnya disesuaikan dengan kemampuan dan bakat siswa. Ada juga yang ujiannya tetap menggunakan paper test akan tetapi bentuk penyajiannya yang berbeda. Ada yang ujiannya memanfaatkan tekhnologi. Dan lain - lain. Nah dari situ kita bisa melihat bahwa betapa banyak variasi yang dilakukan agar murid nyaman dan senang mengikuti aktifitas ujian sekolah. Apakah kita masih akan tetap mempertahankan sistem test yang hanya dengan kertas putih. Pilihan ganda. Terkadang tulisannyapun kurang jelas karena photocopy soal yang kurang baik. Dan itu yang akan membuat murid kita merasa jenuh. Bosan. Dan mengakibatkan fikiran mereka buyar. Kurang fokus dalam mengerjakan soal. Cara seperti ini akan mengekang polapikir mereka. Tapi jika kita bisa menerapkan salah satu sistem ujian atau tes sekolah yang sudah dilakukan oleh beberapa negara maju. Maka nantinya mereka akan berfikir bahwa. Ujian Sekolah adalah kegiatan yang sangat dinantikan. Karena pada kesempatan itu mereka bisa memperlihatkan kemampuan hasil belajar mereka selama ini .baik itu akademik maupun non akademik.

#guruinspiratif Sekolah Tunas Mekar Indonesia 2k16 / SMA Tunas Mekar Indonesia

Rabu, 25 Januari 2017

MENUMBUHKAN MINAT BACA

Pada dasarnya, tidak ada patokan usia kapan seorang anak perlu distimulasi untuk senang membaca. Tetapi usia dini merupakan usia yang ideal untuk merangsang anak senang membaca. Saat anak mulai bertanya, ini apa?kenapa begitu?� atau meminta bacain dong!� itu merupakan tanda tahapan awal kesiapan anak belajar membaca. Minat baca anak sangat ditentukan oleh lingkungannya. Disinilah pentingnya peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung.
Untuk anak-anak yang belum bisa membaca, orang tua bisa menggunakan metode bercerita. Jika biasanya orang tua hanya bercerita secara verbal, ada baiknya mulai sekarang orang tua memperlihatkan buku yang berisi gambar-gambar lalu menceritakan isi buku itu. Pada saat membacakan cerita, orang tua perlu juga hanyut dalam bacaan, sehingga dapat memancing rasa ingin tahu anak. Rasa ingin tahu ini merangsang anak untuk melakukan hal yang sama. Ada kalanya, anak-anak mudah merasa bosan, orang tua juga perlu mencari tahu apa yang menarik bagi anak dan berusaha memenuhinya. Selain itu, buku-buku perlu disusun di tempat yang mudah diraih atau ditempat-tempat khusus di antara mainannya.
Pada tahapan perkembangan berikutnya, untuk anak-anak yang baru bisa membaca. Sebaiknya, orang tua memilihkan jenis bacaan dengan teks yang besar-besar, bahasa yang baik dan ilustrasi cerita yang jelas. Karena bahasa yang baik akan mempengaruhi bahasa anak dalam berkomunikasi. Hal yang perlu kita perlu pahami adalah bahwa anak-anak memiliki keterbatasan konsentrasi, misalnya anak tiba-tiba ingin melakukan aktifitas lain. Orang tua tidak usah melarang, karena anak akan memandang kegiatan membaca itu tidak menarik dan menyebalkan. Kebiasaan membaca ada baiknya dimulai dari orang tua, karena orang tua merupakan teladan untuk anak-anaknya. Pada saat anak membaca, orang tua perlu juga melakukan aktivitas yang sama.

Untuk pemilihan buku dan mengatasi kejenuhan anak, orang tua sebaiknya memperkenalkan pada anak beragam jenis bacaan tentunya buku-buku yang sesuai dengan usia anak. Misalnya, dengan ilustrasi yang menarik, bentuk cerita dan kesulitannya beragam. Dimulai dari buku bergambar tanpa teks, buku cerita dengan tulisan besar dan gambar jelas, hingga buku yang hanya teks tanpa ilustrasi. Banyaknya variasi atau hal-hal yang menarik pada buku, akan menambah minat anak untuk membaca. Anak yang suka membaca dapat memperkaya dan mengembangkan pengetahuannya. Selain itu, dukungan orang tua tetap diperlukan dalam setiap perkembangan usianya. Orang tua diharapkan untuk selalu siap menjawab pertanyaan anak yang tidak mengerti apa yang dilihat atau dibacanya.
" Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi "

Daftar Pustaka:
Kumpulan artikel psikologi anak (Intisari)
#library #guruinspiratif #book #read
Lindawati, S. Psi.
Pusat Konseling & Pelatihan IPEKA

Sekolah Tunas Mekar Indonesia / SMA Tunas Mekar Indonesia

" PAHAMI CARA BELAJAR MEREKA, BUKAN PAHAMI CARA KITA MENGAJAR "

Apakah kita masih ingat ketika kita masih duduk di bangku sekolah, terkadang kita kurang nyaman serta malas belajar jika gurunya galak atau membosankan, tetapi mau tidak mau harus mengikuti pelajaran karena takut nilai kecil atau bahkan mendapat hukuman.
Masih ingatkah kita ketika kita masih duduk di bangku sekolah, terkadang suasana sangat membosankan dan menyebalkan ketika guru masuk langsung memberikan tugas atau menyampaikan materi layaknya pengkhotbah.
Ketika hal - hal seperti itu pernah kita alami diwaktu lampau. Apakah kita sebagai guru harus mengulanginya kembali di masa sekarang ? Saya katakan tidak !!!
Cara belajar para peserta didik di rumah itu berbeda - beda, ada yang nyaman belajar sendiri, ada yang didampingi orangtua, ada yang belajarnya ditemani oleh embak, ada yang belajarnya harus dibimbing oleh guru les, dan juga perbedaan fasilitas yang mereka gunakan di rumah.

So...ketika disekolah, sebaiknya kita sebagai guru memberikan kenyaman kepada mereka dalam belajar, boleh sesekali memberikan mereka kesempatan mengambil.posisi yang nyaman di kelas. tapi tetap dalam kendali dan batasan, karena kita bukan menyuruh mereka belajar, melainkan menemani dan mensuport mereka untuk belajar.
Menyamakan perbedaan karakter siswa itu tidak sulit, cukup beri pengertian bahwa setiap yang mereka lakukan ada konsekuensinya. Positif ataupun negatif, melakukan hal yang baik pastinya akan mendapatkan sesuatu yang baik, begitu juga sebaliknya.
Sebagai guru pastinya kita harus sabar, jangan pernah menganggap mereka bodoh, semua murid kita itu hebat, mereka punya keunikan dan kelebihan masing - masing, jangan pernah berhenti memberi kesempatan kepada mereka untuk berkembang, terus yakinkan mereka bahwa mereka bisa, apapun nanti hasilnya. Setidaknya kita sebagai guru sudah melakukan yang terbaik semaksimal.mungkin.

Berikan suasana baru di kelas, berikan aura menyenangkan di kelas, ketika mereka sudah tersenyum, maka belajar adalah hal yang menyenangkan , so tuntutan kita untuk sekreatif mungkin mengkemas sebuah pembelajaran, jalin komunikasi yang baik dan tetap ajarkan batasan yang memang menjadi kewajiban mereka sebagai murid di sekolah.
Jadilah guru yang disegani, bukan ditakuti, karena walau sedikit ilmu, itu sangat berarti. Lakukanlah dengan ikhlas dan sepenuh hati. Semoga kita mendapat berkah dari Illahi robbi.






Sekolah Tunas Mekar Indonesia / SMA Tunas Mekar Indonesia