Tidak salah kalau orang bilang bahwa proses pembentukan dream team harus dilakukan dari awal untuk benar-benar menyeleksi secara ketat siapa saja yang berhak masuk menjadi anggota team. Proses seleksi ketat akan menghasilkan orang-orang pilihan dengan kemampuan tinggi.
Orang-orang pilihan dengan kemampuan tinggi selalu punya motivasi kuat untuk bekerja tanpa banyak perintah. Mereka tidak perlu diberi pengarahan panjang lebar cukup sedikit penjelasan pasti jalan aktivitasnya. Walau terkadang mereka susah diatur, tetapi itu semua bisa diatasi bila pemimpinnya mampu melakukan pendekatan komunikasi personal yang baik, memberikan dukungan penuh dan selalu terlebih dahulu memberikan keteladanan.
Berarti kunci kedua ada di pemimpin karena pemimpin hebat adalah pemimpin yang bisa membuat semua anggota team dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Coba saja lihat team-team sepakbola dunia. Mereka begitu gencar berburu pemain-pemain top. Para pemain top itu begitu asyiknya melakukan kerjasama lapangan saat pertandingan. Semua terjadi karena mereka punya coach yang juga hebat dalam pengaturan strategi dan pendekatan personal.
Dalam suatu pemerintahan kerajaan misalnya , seorang panglima yang hebat akan menyerukan kepada para prajuritnya untuk berperang melawan musuh , bukan kata “ MAJU !!! “ melainkan “ Ayoooo Majuuuuu ..!!! “, setelah kemenangan yang didapat maka sang panglima akan memberikan kabar kepada sang raja , bukan kata “ SAYA telah mengalahkan musuh “ akan tetapi “ KAMI telah berhasil mengalahkan musuh “
Sepandai apapun kita, sekuat apapun kita,
setinggi apapun jabatan kita, tetap saja selalu ada keterbatasan yang
menyertai. Itulah realita. Itulah sebabnya mengapa kita harus bisa membangun
kerjasama dengan pihak lain. Atas nama kepentingan tujuan individu, terlebih
kepentingan tujuan institusi kita harus bekerja sama.
Membangun kerjasama yang baik dalam satu tim sehingga menjadi tim yang hebat tentu tidak mudah. Ada banyak hal yang harus dilakukan, tetapi satu hal yang menjadi kunci keberhasilan: hargailah harkat seluruh anggota tim. Richard Young (2002) dalam bukunya Building a Dinamic Team mengingatkan bahwa sebuah tim dibangun diatas kekuatan individu. Maka pimpinan tim harus menyadari kekuatan dan kelemahan para anggotanya sehingga dapat secara efektif memanfaatkan kompetensi masing-masing individu. Setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk ?bersinar? dengan kemampuannya. Pimpinan dalam tim yang dinamis senantiasa menghargai keunikan individu. Dengan demikian anggota tim juga secara legowo menghargai peran supervisi dari pimpinan timnya. Dan dengan demikian tim kerja yang solid akan terwujud.
Ammiin.
Membangun kerjasama yang baik dalam satu tim sehingga menjadi tim yang hebat tentu tidak mudah. Ada banyak hal yang harus dilakukan, tetapi satu hal yang menjadi kunci keberhasilan: hargailah harkat seluruh anggota tim. Richard Young (2002) dalam bukunya Building a Dinamic Team mengingatkan bahwa sebuah tim dibangun diatas kekuatan individu. Maka pimpinan tim harus menyadari kekuatan dan kelemahan para anggotanya sehingga dapat secara efektif memanfaatkan kompetensi masing-masing individu. Setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk ?bersinar? dengan kemampuannya. Pimpinan dalam tim yang dinamis senantiasa menghargai keunikan individu. Dengan demikian anggota tim juga secara legowo menghargai peran supervisi dari pimpinan timnya. Dan dengan demikian tim kerja yang solid akan terwujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar