Kenyamanan di tempat kerja pun sangat berpengaruh terhadap
betah atau tidaknya mereka bekerja di suatu tempat. Jika seorang
karyawan merasa tidak nyaman dengan tempat kerjanya, otomatis mereka
merasa bosan dan pada akhirnya memutuskan untuk berhenti.
Salah satu bentuk ketidaknyamanan itu diantaranya; rekan kerja yang suka menjatuhkan, selalu bikin ulah, jutek, tidak ramah, SENIORITAS, dan lainnya. Hal ini harus dihindari untuk meminimalisir polemik negatif yang terjadi pada sebuah tim kerja, di sini harus ada peran konselor untuk menangani hal ini. Diantaranya:
Salah satu bentuk ketidaknyamanan itu diantaranya; rekan kerja yang suka menjatuhkan, selalu bikin ulah, jutek, tidak ramah, SENIORITAS, dan lainnya. Hal ini harus dihindari untuk meminimalisir polemik negatif yang terjadi pada sebuah tim kerja, di sini harus ada peran konselor untuk menangani hal ini. Diantaranya:
Konselor, akan
membantu karyawan menemukan titik terang dari kebuntuan yang sedang
dirasakan oleh karyawan. Konselor akan memberikan arahan kepada karyawan
agar nantinya bisa lebih nyaman lagi berada di tempat kerjanya, hal
yang bisa iya sarankan ialah memberikan pandangan yang seperti ini :
Langkah pertama yang bisa dilakukan tentunya adalah
introspeksi diri. Sudahkah bersikap baik dan berusaha menjalin hubungan
yang baik dengan rekan kerja? Bila belum, berhenti bukanlah jalan keluar
untuk mendapatkan lingkungan yang lebih baik. Karena kemungkinan besar
masalahnya ada dalam diri kita sendiri. Jadi harus berubah dan berusaha
beradaptasi. Jangan berharap selalu dimengerti orang lain. Orang-orang
memiliki terlalu banyak beban hidup yang harus dipikirkan dari pada
pusing-pusing memikirkan bagaimana caranya membuat anda bahagia di
kantor. Kalau cukup nyali, bisa melakukan survey, kira-kira hal apa yang
tidak disukai oleh rekan kerja kamu dari dirimu, tanyakan dengan jujur
dan katakan bahwa kamu ingin memperbaiki diri.
Kemudian apabila rekan kerja kita semakin suka menjatuhkan kita,
sebaiknya kita tetap bekerja dengan baik dan jangan terlibat di
dalamnya. Cueklah walau mungkin diri kitalah yang akan disingkirkan tapi
yakinlah bahwa rejeki setiap orang sudah diatur oleh Tuhan. Dan
tetaplah semangat, tetaplah berikan performa terbaik.
Kemudian mengenai atasan di kantor, kita jangan buru-buru menyalahkan
sepenuhnya, ada hal-hal yang harus kita perhatikan. Diantaranya;
Perlu diketahui, atasan menegur tentu ada sebabnya. Mari
introspeksi diri dulu. Dari kejadian pertama kita ditegur, tentunya
kita bisa menebak seperti apa karakter atasan kita tersebut. Hasil kerja
seperti apa yang ia sukai dan yang tidak ia sukai. Bila sudah tau,
berusahalah memberikan hasil kerja terbaik yang bisa anda lakukan. Lihat
juga sisi positifnya, atasan seperti itu akan membuat kita tetap rendah
hati dan menyadari bahwa kita masih harus banyak belajar untuk mencapai
kesempurnaan.
Selanjutnya jika ketidaknyamanan itu
datang karena merasa atasan atau rekan kerja kurang peduli atau kurang
perhatian, Sebaiknya kita kembali ke motivasi awal untuk bekerja
bukanlah untuk mengesankan siapa-siapa. Tetaplah bekerja dengan baik dan
sadarilah bahwa Tuhan maha tau dan tak ada hal baik yang akan sia-sia.
Hal-hal kecil seperti ini sering sekali diabaikan oleh
karyawan. Merasa dirinya telah benar tapi melupakan posisinya sebagai
bawahan yang seharusnya memiliki tindakan yang lebih lagi untuk dapat
mengambil hati dan lebih bersikap sosial terhadap rekan kerjanya.
Tentunya hal-hal ini bisa disampaikan oleh konselor kepada para karyawan
agar nantinya tidak ada lagi permasalahan yang ditimbulkan karena
alasan ketidaknyamanan tempat kerja, khususnya hubungan antar atasan dan
bawahan.
Untuk para karyawan yang tidak pernah sadar
akan prilaku buruk, selalu bergosip membicarakan keburukan pimpinan dan
oranglain tanpa melihat keburukan sendiri , menjatuhkan dan merendahkan
rekan kerja berharap diri dipandang yang terbaik, menghasut orang lain
untuk mengikuti pemikiran dan menyamakan persepsi. Cepat atau lambat
pasti mereka akan membuka topeng aib mereka sendiri.
So " bekerjalah yang enak tapi jangan seenaknya."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar