Selasa, 26 April 2016

SAAT MATA ANDA BERBICARA



Mulut Anda bisa berbohong tetapi mata Anda tidak. Mata Anda dapat menangkap hal-hal yang tak terdengar tetapi terlihat, juga dapat memancarkan perasaan yang sejujurnya dari diri Anda. Mengapa? Karena ketika Anda merasa tertarik, bosan, sedih, cinta atau yang lainnya mata anda memancarkan perasaan itu.
            Dalam pandangan psikologi mata juga memiliki peran besar, menurut Harry Setyowibowo, Dosen Fakultas Psikologi Unpad, mata dibahas dalam mata kuliah yang beliau ampu yaitu ilmu pernyataan. Dalam Ilmu tersebut mata dikupas dari segi psikologi bahwa mata dapat menyatakan makna yang mendalam.
            Pernyataan yang diartikan dari mata terlihat dari gerakan mata, perbesaran dan mengecilnya pupil mata, arah pandangan, dan fokus mata pada suatu objek. Mata adalah alat non-verbal yang paling jujur. Alat nonverbal lainnya masih dapat dimanipulasi oleh Anda meskipun peluangnya kecil. Contoh ketika Anda sedang bersedih, bisa saja berkata sedang senang lewat gerakan tangan, postur tubuh, dan mimik wajah dapat dimanipulasi ketika berada di sekitar teman-teman Anda, mungkin karena Anda tidak ingin terlihat sedih di depan mereka. Tetapi tentu mata Anda berkata lain.
            Ketika mata menangkap stimulus-stimulus tertentu yang paling berperan dalam menyampaikan pesan dari mata adalah pupil. Aktivitas pupil ini tidak dapat dikontrol oleh diri Anda sendiri, ketika merasa tertarik otomatis pupil akan melebar sedangkan ketika Anda tidak tertarik atau bosan pupil akan mengecil. Anda tidak dapat mengendalikan pupil. sehingga mata merupakan alat noneverbal yang tidak bisa anda manipulasi. Apabila Anda memahami mengenai mata maka akan mudah membaca apa yang dirasakan seseorang lewat matanya, karena orang akan lebih sulit mengendalikan gerakan mata, otot mata dan pupil mata daripada lisannya, Mata adalah alat nonverbal yang paling jujur dari dirimu!


            Mata adalah Jendela hati. Tentunya istilah ini sudah tak asing lagi bagi Anda. Tetapi apa makna dibalik istilah tersebut? Mata adalah salah satu cermin emosi anda. Kita lebih sering mengungkapkan pernyataan dan emosi bukan dari kata-kata (verbal) melainkan melalui gerakan nonverbal. Anda dapat berkata bahwa sekarang ini sedang bahagia karena jatuh cinta walaupun sebenarnya sedang patah hati, hal ini dapat terlihat dari mata Anda yang memancarkan emosi kesedihan.
             Nah! Dalam berhubungan dengan orang lain Anda harus lebih cermat membaca lawan bicara, ketika lawan bicara ingin menyampaikan sesuatu, di balik peryataannya terdapat pola pikir, emosi, dan  harapan. Bila jika Anda ingin mengetahui apa pesan yang sesungguhnya disampaikan oleh si lawan bicara. Maka yang pertama harus anda perhatikan, adalah pesan-pesan nonverbal. Terlebih jika Anda ingin membaca emosi dari lawan bicara maka perhatikan lah peryataan nonverbalnya terutama mata.
            Seberapa sering Anda memperhatikan mata lawan bicara? Mungkin tidak begitu sering karena umumnya kita hanya menyerap dan memproses pesan yang disampakan melalui lisan lawan bicara, namun tahukah Anda bahwa dari gerakan mata saja kita dapat mengetahui apakah lawan bicara kita berkata jujur atau bohong?
            Menurut penelitian yang dikaji oleh beberapa ahli bahwa gerakan mata memiliki makna tertentu. Penelitian ini menghasilkan asumsi bahwa ketika seseorang berbicara disertai gerakan mata ke arah kanan maka orang tersebut diasumsikan berbohong, berkebalikan dengan ketika seseorang berbicara disertai gerakan mata ke arah kiri maka orang tersebut dapat dikatakan mengatakan hal yang sebenarnya atau jujur.
            Latar belakang dari asumsi tersebut bermula pada suatu teori yang membagi otak manusia menjadi dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri. Fungsi dari kedua bagian otak tersebut sangat berbeda. Otak kanan adalah otak yang berfungsi membuat sesuatu yang baru, imajinasi, dan kreativitas sedangkan otak kiri adalah otak yang berfungsi memanggil kembali atau mengingat, dan menyimpan.
            Tentunya jika seseorang berbicara kebenaran seharusnya gerakan matanya ke arah kiri, karena hal itu berarti memanggil kembali ingatan berdasarkan pengalamannya atau sesuatu yang telah benar terjadi. Tetapi ketika seseorang akan berbohong tentunya ia akan terus mengakses otak kanannya yang akan disertai gerakan mata ke arah kanan. Hal ini berarti seseorang berusaha menciptakan hal yang baru dan yang ia ucapkan mungkin bukan kenyataan.
            Mata adalah salah satu aspek untuk mengenal kepribadian Anda. Tentu selain gerakan mata terdapat hal lain yang dapat anda terjemahkan menjadi pesan nonverbal yang sangat kuat. Salah satunya kedipan. Makna di balik kedipan terbagi membagi dua makna yaitu makna primer dan sekunder.
            Secara primer kedipan merupakan reaksi tidak senang terhadap suatu gangguan. Kelompak mata yang berkedap-kedip berfungsi untuk membasahkan mata secara teratur. Kalau ada benda asing mengganggu mata serta membuat sakit, maka untuk meghindarkan gangguan kita sering berkedip-kedip. Penghayatannya adalah sesuatu yang mengganggu.
            Secara sekunder kedipan mata merupakan penghayatan dari keadaan yang tidak menyenangkan. Kedipan terjadi secara teratur dalam keadaan yang tidak menyenangkan bertambah frekuensinya. Jika ada pembicaraan empat mata dan hubungan pandangan dirasakan menyakitkan maka akan terlihat mata berkedip-kedip. Ini dapat ditemukan pada mereka yang ragu-ragu,bimbang,tak punya pendapat.
            Dan juga ketika Anda mengedip lebih dari tiga menit seakan memejamkan mata, dalam pandangan psikologis ini bermakna bahwa anda melakukan penolakan terhadap sesuatu sehingga Anda tidak ingin ingatan tersebut ada dalam memori anda. Selain itu terdapat makna kedipan sebagai makna keindahan, seperti para penari bali yang mengedipkan matanya dengan maksud menambah keindahan dari tarian yang ia sajikan.
            Meskipun tidak semua kedipan mengandung makna tersebut, karena kedipan juga dipengaruhi faktor biologis seperti yang dijelaskan makna kedipan secara primer untuk melidungi mata dari objek tertentu atau mungkin dikarenakan suatu penyakit.
            Anda pasti pernah menangis. Dalam psikologi ini disebut mata berair. Secara primer mata berair merupakan reaksi tidak senang terhadap suatu gangguan. Jika mata terangsang suatu benda maka respon adalah kedipan kelopak mata, memincingkan mata dan mengeluarkan air mata dengan tujuan untuk menyingkirkan gangguan. Adanya rangsang yang menimbulkan nyeri dan adanya sekresi air mata, maka penghayatan tidak menyenangkan itu berpindah ke perasaan bahwa keadaan tidak tertolong lagi, rasa tidak tertolong muncul karena mata yang berair tidak dapat lagi menerima gambaran optis, dengan perkataan lain tidak melihat apa-apa. Karena itu kita merasa seolah-olah terancam dan tak dapat melawan.
            Secara sekunder mata berair merupakan pernyataan dari perasaan tak berdaya. Ini timbul karena merasakan sesuatu yang amat menyakitkan, kesedihan. Rasa tidak tertolong, rasa tak berdaya muncul sehingga mata kita bereaksi mengeluarkan air mata. Menangis karena gembira berbeda dengan menangis karena kesedihan. Kegembiraan yang melua-luap sehingga orang yang bersangkutan dibanjiri penghayatan emosional dan tidak berdaya menghadapinya, maka timbul perasaan tidak tertolong yang menimbulkan air mata. Demikian pula dalam keadaan sangat marah.
            Arti karakterologi dari orang-orang yang mudah sekali menangis karena sebab kecil adalah bahwa orang tersebut masih kekanak-kanakan dan tak mempunyai daya lain untuk mengatasi kesukarannya sehingga menangis merupakan cara untuk menyampaikan maksudnya.
            Arah pandangan mata Anda juga memiliki makna tertentu. Ada dua kemungkinan arah pandangan yaitu arah pandangan lurus dan arah pandangan menyerong. Pandangan lurus menandakan adanya minat. Pandangan terjadi tegak lurus pada bidang wajah sehingga bayangan optis  yag terbalik terdapat pada selaput jala. Bila anda ingin mengamati suatu benda secara teliti, anda mengarahkan pandangan anda sepenuhnya pada benda tersebut.
             Dalam pergaulan, pandangan lurus mempunyai arti sosial dan juga berarti adanya minat dan pengakuan, tahu sopan-santun dan ketertiban. Dalam suatu pembicaraan, pandangan kita sering bertemu pada ketinggian yang kurang lebih sama. Ini mengakibatkan adanya kesediaan yang langsung dan terbuka. Karena itulah pandangn lurus dapat dikataan sesuia dengan watak yang lurus. Pandangan lurus juga ditemukan pada seorang anak. Suatu pernyataan percaya, kata hati yang baik karena itu anak dapat memandang kita dengan bebas. Pada orang dewasa kita juga dapat memandang seperti ini tanpa berkedip. Ini merupakan pernyataan kejujuran dan ketulusan.
            Bagaimana dengan pandangan menyerong? Pandangan menyerong ini terjadi ketika anda melihat dari sudut mata, baik ke samping, ke atas, maupun ke bawah. Pandangan menyerong diindentikan mempunyai maksud tertentu. Dalam keadaan santai atau malas dan  kita tidak ingin menyusahkan diri untuk menggerakan kepala sehingga menganggap cukup bila mengikuti sesuatu dengan memutar bola mata.
            Demikian pula bila kita melihat seseorang yang tidak kita senangi, kita menyapa sepintas lalu, melirik atau melalui bahu. Pandangan menyerong juga terjadi bila kita mengamati sesuatu secara tersembunyi, melihat tetapi tak ingin bahwa orang tahu kita mengamati sesuatu. Jadi ada maksud tersembunyi, tak ingin orang lain mengetahui hal tersebut.
            Ketika Anda bicara dengan seseorang berapa lama Anda melakukan kontak mata? apakah sering? Atau Anda bicara sambil tertunduk karena tak mau menatap lawan bicara. Ternyata hal tersebut juga dimaknai secara berbeda.
            Dalam pandangan psikologi ketika Anda menemui lawan bicara yang terus menatap mata Anda, hal ini dapat berarti bahwa ia bersaha mengintimidasi atau ia memiliki ketertarikan seksual kepada Anda.
            Ketika menghadapi lawan bicara yang selalu menghindari kontak mata dengan Anda ini dapat berarti bahwa ia tidak tertarik dengan pembicaraan atau adanya stimulus lain yang lebih menarik.
             Bagaimana kontak mata yang sesuai porsinya? Harry Setyowibowo menuturkan tips bagaimana membuat lawan bicara Anda selalu terfokus yaitu Anda harus memelihara kontak mata 60-80% dari pembicaraan. Bagaimana pembaca, mata adalah alat nonverbal yang menarik bukan? Semakin bertambah pengetahuan Anda mengenai mata, percayalah Anda akan dapat dengan mudah membaca pesan yang sejujurnya hanya lewat mata lawan bicara.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar