Peran Media sosial bagi remaja
Media sosial telah menjadi sebuah sarana umum yang dipergunakan dalam
kehidupan individu sehari-hari dan era baru dalam proses belajar
mengajar (Rasmita Kalasi, 2014)[4]. Penyebaran informasi yang terjadi
dalam kalangan remaja terbilang sangat cepat akibat media sosial,
diungkapkan oleh Grant and meadows (2010) bahwa informasi dalam media
sosial berkembang dan menyebar luas seperti virus dalam tubuh. Anak-anak
pada usia remaja di Indonesia sangat cepat beradaptasi terhadap
perkembangan teknologi yang ada saat ini. Maka, tidaklah mengherankan
jika kita berada di pusat keramaian, kita dapat melihat para remaja yang
saat ini minimal menggunakan sebuah perangkat digital untuk membantu
aktivitas mereka.
Media sosial memiliki daya tariknya sendiri
bagi setiap kalangan, begitupula dengan kalangan remaja. Berdasarkan
hasil riset yang dilakukan oleh kementrian Kominfo dalam penelusuran
para pengguna aktivitas online pada anak usia remaja tahun 2014, ditarik
kesimpulan bahwa penggunaan media sosial sangat melekat dengan
kehidupan remaja sehari-hari. Dalam studi ini ditemukan bahwa dari 98
persen remaja yang di survei tahu tentang internet dan 79,5 persen
diantaranya adalah pengguna internet. Daya tarik internet dan media
sosial inilah yang kemudian memegang peranan penting dalam membangun
kemampuan berkomunikasi seseorang. Remaja saat ini begitu peka dengan
perubahan yang terjadi dalam teknologi sosial, mereka mengikuti
perkembangan tersebut dan menguasainya dengan proses belajar menggunakan
metode “Trials and Error” (Rasmita Kalasi, 2014).
Pendidikan Remaja Indonesia
Pada dunia pendidikan remaja kini, proses belajar tidak lagi terfokus
pada penyampaian informasi yang dibatasi dinding-dinding kelas. Ledakan
ilmu pengetahuan dan teknologi membawa jejaring sosial sangat popular
pada perkembangan komunikasi saat ini (Rasmita Kalasi, 2014). Sosial
media menciptakan sebuah budaya baru di mana para pengajar dan para
peserta didiknya tidak hanya dapat melakukan proses belajar di dalam
konteks ruangan secara fisik, namun karena munculnya media sosial
memungkinkan proses pendidikan dilakukan dalam ruang lain secara maya.
Penggunaan sosial media secara formal dapat diartikan sebagai kombinasi
antara belajar secara analog maupun secara online. Komunikasi media
sosial yang terintegrasi dengan baik melahirkan lingkungan belajar yang
baru, peran guru perlahan berubah karena adanya teknologi media yang
berkembang. Rasmita Kalasi[4] (2014) mengungkapkan bahwa peran guru yang
awalnya merupakan pemberi pengetahuan, kini berubah menjadi pihak yang
menfasilitasi pembagian pengetahuan karena informasi dan ilmu yang
didapat oleh para peserta didik tidak lagi hanya didapat dari guru saja.
Penggunaan media sosial sebagai pembangun kualitas pendidikan mulai
digalakkan. Berdasarkan penelitian Rasmita Kalasi pada tahun 2014,
diperoleh hasil bahwa 90 persen peserta didik yang duduk di tingkatan
fakultas menggunakan sarana media sosial dalam belajar dan mengerjakan
tugasnya atau menggunakan media sosial untuk membangun karier di luar
dunia kelas formal. Pembangunan pendidikan remaja lewat media sosial
dapat membuktikan bahwa setiap individu pada dasarnya butuh
berkomunikasi dan terlibat di dalam sebuah komunitas, terlepas dari
apapun bentuk komunitas yang ada (Rasmita Kalasi, 2014).
Setiap
siswa remaja maupun mahasiswa yang terdorong untuk menggunakan media
sosial sebagai salah satu media belajar perlu memiliki pemikiran yang
kritis sebelum menggunakannya, serta dapat menyaring informasi yang
diperoleh dalam internet dan media sosial. Pendidikan dengan tingkat
yang lebih tinggi di Indonesia telah menerapkan sedikit demi sedikit
pemanfaatan media sosial dan internet dalam ruang lingkup didikannya.
Kehadiran Media sosial telah menjadi pelengkap dalam proses penyampaian
informasi secara digital, namun kehadirannya tidak serta merta
menggantikan posisi media belajar lain yang sifatnya analog seperti
media cetak. Penggunaannya terbatas pada kemampuan pengguna yang belum
mempuni, seperti jaringan internet yang masih sulit didapatkan pada
daerah-daerah tertentu di Indonesia.
Referensi
^I'd.m.Wikipedia.org,
Grant, A. E. & Meadows, J. H. 2010. Communication Technology Update
and Fundamentals. 12th Edition. Focal Press.^ Selwyn, Neil. 2012.
Social Media in Higher Education.^ Halpin,H. and Tuffield, M. 2010.
Social web XG Wiki. World wide web consortium (W3C).^ a b Kalasi,
Rasmita. 2014. The impact of Social Networking on New age Teaching and
Learning: An Overview. Journal of education & social policy vol.1.
Pict " Sekolah Tunas Mekar Indonesia Lampung. Grade XII 016" / SMA Tunas Mekar Indonesia


Tidak ada komentar:
Posting Komentar