Hari
Senin 15 Juli 2013 semua sekolah serentak mengawali tahun pelajaran
baru 2013/2014. Memasuki tahun pelajaran baru, ternyata banyak hal yang
perlu dipersiapkan.
Para peserta didik harus segera beradaptasi dengan
lingkungan baru, kelas baru, wali kelas baru, teman-teman baru,
pelajaran baru atau khusus bagi parapeserta didik baru, tentunya harus
beradaptasi dengan lingkungan dan sekolah baru. Nah, berkenaan dengan
segala hal baru tersebut, tentunya akan muncul masalah-masalah baru yang
menimbulkan stressing bagi yang belum siap. Satu masalah belum bisa
diatasi sudah muncul masalah lain yang menguras energi. Makanya perlu
kiat-kiat khusus agar dalam memasuki tahun pelajaran baru tidak dihantui
rasa takut atau nervous namun sebaliknya lebih semangat dan bergairah
menyambut datangnya tahun pelajaran baru dengan harapan di perjalanan
berikutnya kamu bisa meraih prestasi lebih baik dibanding tahun-tahun
sebelumnya.
Kamu juga tentu sudah maklum, sekolah tidak bisa cuma
dijadikan sebagai ajang bermain-main atau sekadar aktifitas rekreatif
semata. Namun sekolah sebagai thalabul ilmi tentu membutuhkan
curahan energi dan daya kreatifitas serta niat dan kesungguhan agar
benar-benar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Datangnya tahun pelajaran baru merupakan pertanda dari
lahirnya harapan-harapan baru. Kesempatan ini tentunya jangan dibiarkan
berlalu tanpa persiapan atau malah disia-siakan saja. Hal pertama yang
harus dilakukan adalah instropeksi diri terhadap goresan sejarah
perjalanan pada tahun sebelumnya. Kekurangan-kekurangan di masa yang
telah ditinggalkan pastinya harus kita sempurnakan di masa-masa yang
akan dilalui. Kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan harus segera
diperbaiki. Catatan-catatan merah yang pernah digoreskan, cukup menjadi
catatan dalam buku usang dan harus segera dibuka lembaran baru dengan
catatan-catatan biru yang indah dan mengesankan. Jadi intinya adalah
tahun pelajaran baru seharusnya dijadikan moment untuk mawas diri,
kemudian memperbaiki diri dan selanjutnya mendisiplinklan diri agar di
tahun berikutnya dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi.
Memang sich, tidak semua peserta didik memiliki gairah baru
dalam menyambut tahun pelajaran baru. Sebab, ada juga peserta didik
yang bersedih karena terpaksa harus tinggal kelas. Tetapi, tentunya hal
itu bukan merupakan pintu yang akan menutup rapat
kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik. Asal pengalaman tersebut bisa
dijadikan pelajaran, maka harapan untuk menuju kesuksesan hidup tetap
terbuka lebar untuk diseberangi.
Salah satu masalah penting yang harus dihadapi dalam
memasuki tahun ajaran baru adalah tekanan mental. Tekanan mental di
tahun pelajaran baru rasanya memang akan lebih berat. Ini karena target
yang harus bisa diraih juga makin melebar. Mungkin banyak materi
pelajaran tidak semudah yang diterima seperti di kelas sebelumnya.
Masalah psikologis juga perlu mendapat perhatian lebih
khusus. Adaptasi atau penyesuaian diri dengan lingkungan baru di sekolah
bisa jadi tidak selancar yang diharapkan. Mungkin karena proses rolling
atau penempatan kelas, banyak teman baru yang dulu tak pernah
berhubungan, kini mau tidak mau harus mulai berinteraksi dan
berkomunikasi. Atau mungkin juga para guru yang sekarang tampak lebih
serius (jadi terkesan killer dan menegangkan. Bapak ibu yang di rumah
pun bisa saja turut andil menambah beban mental kamu karena harus
menanggung biaya lebih dibanding pada tahun-tahun sebelumnya.
Mudah-mudahan para peserta didik dan orangtua
sungguh-sungguh memahami problem-problem yang harus dihadapi di awal
tahun pelajaran baru. Bagaimanapun juga keberhasilan hanya bisa dicapai
jika setiap peserta didik dan tentu juga orang tua secara sadar memahami
manfaat akan arti pentingnya pendidikan bagi kehidupan di masa depan.
Hanya dengan kesadaran itulah para peserta didik akan selalu termotivasi
untuk lebih bersungguh-sungguh dalam belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar