Senin, 27 Januari 2014

MURID ITU UNIK Loh... :)



Mengajar bukanlah pekerjaan yang mudah tetapi membutuhkan keahlian khusus, kesungguhan, pengetahuan dan seni. Mengajar jangan diartikan hanya sebagai proses penyampaian materi pelajaran kepada siswa, akan tetapi suatu proses mengatur lingkungan agar siswa dapat belajar ssesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Pembelajar merupakan pribadi yang unik, dimana siswa itu merupakan individu manusia yang memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Setiap individu pastinya memiliki potensi,
Intelegensi yang berbeda dengan yang lainnya. Semua itu akan membentuk kepribadian yang unik dan khas. Siswa yang satu akan berbeda dengan siswa yang lain. Kita sebagai guru akan dihadapkan dalam situasi keragaman karakteristik siswa. Oleh karena itu,, kita sebagai guru perlu memiliki kemampuan dalam merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi maupun metode dalam pembelajaran yang kita anggap cocok dengan minat, bakat serta sesuai dengan taraf perkembangan siswa. Agar siswa dapat mengembangkan potensi yang ia miliki.

Sudah 8 ( Delapan Tahun ) saya berkecimpung di dunia pendidikan. Tapi pembelajaran yang saya dapatkan tak sesingkat waktu yang saya rasakan.. Pada awal karier saya sebagai guru di Sekolah Islamic Boarding School, saya harus menghadapi siswa yang mampu secara ekonomi dan maju secara berpikir. Mereka dikelilingi dengan fasilitas pendukung yang lengkap.
Namun, situasi ini berbanding terbalik dengan siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah, kemampuan kognitif yang standar dan karakter yang berbeda. Menghadapi siswa yang begitu kompleks, saya berusaha menciptakan strategi baru dan melakukan pendekatan personal, salah satunya dengan menjadikan murid sebagai teman. Ternyata hal tersebut sangat membantu dalam menciptakan suasana belajar-mengajar  yang kondusif dan menyenangkan.
Karakter setiap murid disini sangat beragam. Keberagaman ini mengajarkan saya untuk memahami  karakter orang  lain dan untuk bersabar dalam menghadapi orang lain. Melalui mereka, saya juga belajar arti kesederhanaan dan semangat juang yang tinggi. Mereka rela bangun pagi untuk berjalan kaki dari asrama ke sekolah.
Tapi yang tak bisa dipungkiri adalah adanya beberapa siswa yang berkelakuan nakal. Namun saya berusaha untuk selalu menelusuri latar belakang dari kenakalan itu.  Sebagian besar siswa yang menjadi troublemaker di sekolah umumnya adalah anak-anak yang kurang mampu atau datang dari sebuah broken home. Akibatnya adalah mereka seringkali kurang mendapat perhatian dari orang tua mereka. Walaupun itu, saya percaya bahwa dengan sentuhan dan perhatian yang tulus, mereka dapat diubah menjadi lebih baik seperti terkikisnya batu keras bila ditetesi air setiap hari.
Sukacita terbesar yang saya temukan saat mengajar adalah ketika saya dapat berbagi hal-hal tentang kehidupan dengan anak didik saya. Ini adalah awal munculnya suatu hubungan timbal balik antara guru dan siswa. Hubungan ini sungguh menyejukkan hati karena keberadaan saya dapat dirasakan tidak saja oleh anak-anak, tapi juga rekan-rekan guru. Kebahagiaan ini apalagi terasa ketika hubungan ini ikut menghantar anak-anak menemukan jati diri mereka dihadapan  Allah. Ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi saya.

Bagi saya pribadi, seorang pendidik harus bisa mengenal setiap detil karakter siswa-siswi yang diajarnya. Pengenalan itu dapat menjadi bekal bagi seorang pendidik untuk membuat dan menyusun strategi pengajaran yang tepat bagi siswa-siswi tersebut. Setiap guru juga harus memiliki ketulusan dan kemurnian hati dalam memberi dirinya kepada setiap anak didiknya. Ia mampu memandang setiap siswa-siswi sebagai pribadi yang unik yang perlu dibimbing dan di arahkan ke pengenalan diri yang benar
Semangatlah rekan-rekan guru Indonesia, mari kita terus berjuang dan berkarya bagi anak bangsa. Harapan anak bangsa ada ditangan kita. Tugas yang besar telah diberikan bagi kita, kiranya kita dapat terus setia merespon panggilan ini dengan tanggung jawab. Bismillah…

1 komentar: